Daerah  

Dinkop-UKM Buka Rekrutmen Konsultan UMKM untuk PLUT Kulonprogo

Ilustrasi lowongan. (Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan)
Ilustrasi lowongan. (Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan)

KULONPROGO – Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kulonprogo telah selesai dibangun sejak Desember 2024 dan kini tengah dipersiapkan untuk segera beroperasi.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) Kulonprogo saat ini memfokuskan perhatian pada pemanfaatan gedung tersebut, salah satunya dengan merekrut konsultan yang akan bertugas mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kami sedang dalam proses rekrutmen konsultan pendamping yang akan membantu UMKM di berbagai bidang, mulai dari produksi, pemasaran, kelembagaan, sumber daya manusia, hingga pembiayaan,” ungkap Kepala Dinkop-UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, Senin (20/1/2025). Ia menambahkan bahwa sebanyak lima konsultan akan direkrut dengan anggaran yang telah disiapkan melalui APBD 2025.

Iffah menjelaskan bahwa perekrutan konsultan ini akan mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam regulasi kementerian.

Kami masih mengkaji dan berkoordinasi dengan badan kepegawaian terkait mekanisme rekrutmennya agar sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, gedung PLUT telah siap digunakan, termasuk dengan kelengkapan fasilitas yang mendukung kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM.

Fasilitasnya sudah lengkap, sehingga nantinya seluruh program pelatihan dan pendampingan UMKM akan dipusatkan di gedung ini,” paparnya.

Pembangunan gedung PLUT Kulonprogo sendiri dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Koperasi dan UKM dengan total anggaran sebesar Rp7,68 miliar.

Namun, perubahan struktur kelembagaan di tingkat kementerian membuat pihak Dinkop-UKM Kulonprogo masih menunggu arahan lebih lanjut.

Dengan adanya pemisahan kementerian, koordinasi dengan Kementerian UKM masih terus kami lakukan, termasuk mengenai peresmiannya yang masih menunggu instruksi dari pusat,” terang Iffah.

Selain merekrut konsultan pendamping, Dinkop-UKM juga masih merumuskan bentuk kelembagaan yang akan mengelola PLUT.

Kami sedang berkoordinasi dengan Setda Kulonprogo, khususnya bagian organisasi, untuk menentukan bentuk pengelolaannya. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menjadikannya sebagai Unit Pelayanan Terpadu (UPT), tetapi opsi lain juga masih terbuka,” imbuhnya.

Targetnya, PLUT ini dapat mulai beroperasi pada 2025. “Sebenarnya persiapan sudah hampir selesai, hanya tinggal mengonfigurasi program pendampingan yang sebelumnya dilakukan secara tersebar di berbagai lokasi agar kini terpusat di gedung ini. Dengan fasilitas yang lengkap, kami berharap UMKM di Kulonprogo bisa semakin berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” pungkas Iffah. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *