Gencar Vaksinasi, PMK di DIY Perlahan Tunjukkan Tren Menurun

Kasus PMK di DIY terus melonjak. (IST)
Kasus PMK di DIY terus melonjak. (IST)

YOGYAKARTAKasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di DIY perlahan-lahan menunjukkan tren yang menurun seiring dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi.

Hal tersebut dinyatakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY.

Total kasus PMK mencapai 2.743 kasus, dengan 412 ekor ternak dinyatakan sembuh, sementara 231 ekor mati, 81 ekor dipotong bersyarat dan 2.019 kasus aktif.

Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti menjelaskan, sebagai langkah pencegahan dan pengendalian PMK, pihaknya terus menggencarkan vaksinasi terhadap ternak yang rentan.

Hingga saat ini, sebanyak 5.516 ekor ternak telah mendapatkan vaksin dan tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).

“Ternak yang telah divaksin meliputi sapi, kambing, domba, dan kerbau,” katanya, Kamis (30/1/2025).

Selain pencatatan digital melalui iSIKHNAS, ada juga data manual yang mencatat jumlah ternak yang telah divaksin.

Berdasarkan data ini, jumlah ternak yang sudah divaksin mencapai 8.090 ekor.

Perbedaan jumlah ini bisa terjadi karena proses pendataan di lapangan yang belum seluruhnya masuk ke dalam sistem digital.

Syam menyebutkan, penanganan PMK masih menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam hal penyebaran virus yang cepat dan kesadaran peternak dalam melaporkan kasus.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada peternak agar segera melaporkan gejala PMK pada ternak mereka.

Kami mengimbau peternak untuk segera melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala PMK, seperti lepuh di mulut dan kuku, demam, serta kesulitan makan. Dengan laporan cepat, kami bisa segera memberikan penanganan dan mencegah penyebaran lebih luas,” ujar Syam.

Selain vaksinasi, DPKP DIY juga menerapkan langkah-langkah lain seperti biosekuriti ketat di kandang, penyemprotan disinfektan secara berkala, serta pembatasan lalu lintas ternak dari daerah terdampak. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *