FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Tol Jogja-Bawen. Jalan tol strategis ini ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2027 hingga 2028, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Menurut pernyataan resmi dari Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Dody Hanggoro, pembangunan Tol Jogja-Bawen akan menjadi penghubung vital di wilayah segitiga emas yang mencakup Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Kehadiran jalan tol ini dinilai sangat penting untuk memperlancar arus logistik dan mobilitas masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan BUJT agar proses konstruksi bisa dipercepat. Targetnya, seluruh ruas Tol Jogja-Bawen sudah bisa dioperasikan pada 2027 atau paling lambat 2028,” ujar Dody dalam keterangannya, Selasa (3/6/2025).
Tol ini juga akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan UMKM di sepanjang jalur yang dilintasi. Akses yang lebih cepat dan nyaman diyakini mampu meningkatkan minat wisatawan serta memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Tol Jogja-Bawen dirancang sepanjang ±75 km dengan sejumlah gerbang tol strategis yang menghubungkan titik-titik ekonomi utama. Pembangunan jalan tol ini masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari transformasi infrastruktur Indonesia.
Dody menambahkan, selain berdampak pada efisiensi transportasi, tol ini juga akan membantu distribusi pertumbuhan ekonomi ke daerah-daerah penyangga di sekitar Yogyakarta dan Semarang. Oleh karena itu, percepatan pembebasan lahan dan konstruksi terus menjadi fokus utama.
Dengan beroperasinya Tol Jogja-Bawen nantinya, diharapkan konektivitas regional semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, dan perekonomian lokal lebih menggeliat.














