FaktaYogyakarta.id, SLEMAN – Proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terbaru, proyek ini memerlukan tambahan 581 bidang lahan di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang tersebar di 11 kalurahan. Penambahan lahan ini dibutuhkan untuk menyesuaikan desain serta memenuhi kebutuhan konstruksi yang mencakup pelebaran jalan dan infrastruktur pendukung lainnya.
Proyek strategis nasional ini terbagi menjadi tiga seksi utama. Salah satunya, Seksi 2 Paket 2.2, yang mencakup ruas Trihanggo hingga Junction Sleman, telah mencatat progres fisik konstruksi mencapai sekitar 60 persen. Beberapa pekerjaan utama yang telah dilakukan meliputi penimbunan tanah, pembangunan jembatan, serta pengecoran jalan dengan metode rigid pavement. Pengecoran ini dilakukan pada titik-titik strategis guna memastikan ketahanan jalur tol dalam jangka panjang.
Tambahan 581 bidang lahan ini tersebar di 11 kalurahan yang terdampak langsung, yakni Tirtomartani, Purwomartani, Bokoharjo, Maguwoharjo, Condongcatur, Caturtunggal, Sinduadi, Sendangadi, Trihanggo, Tlogoadi, dan Tirtoadi. Salah satu alasan utama penambahan lahan adalah perubahan desain, termasuk rencana pembangunan exit tol di wilayah Tirtomartani.
Dengan adanya penyesuaian ini, proyek Tol Jogja-Solo diharapkan dapat selesai tepat waktu. Kehadiran tol ini diyakini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY dan sekitarnya.
Tol Jogja-Solo menjadi proyek penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Jawa Tengah dan DIY. Pemerintah daerah dan pusat terus mengupayakan kelancaran pembebasan lahan agar tidak menghambat progres konstruksi yang saat ini telah mencapai 59,34 persen secara keseluruhan.














