Dua Remaja Asal Semarang Terseret Ombak di Pantai Watu Kodok, Satu Hilang

Satlinmas
Dua wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah, terseret ombak saat bermain air di Pantai Watu Kodok, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, pada Senin (23/6) pagi. Foto: Sekilas Gunungkidul

FaktaYogyakarta.id, GUNUNGKIDUL – Dua wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah, terseret ombak saat bermain air di Pantai Watu Kodok, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, pada Senin (23/6) pagi. Dalam insiden tersebut, satu korban ditemukan selamat, sementara satu lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, menyebut korban yang masih dalam pencarian adalah Yuda Dwi Prasetya (17), warga Karanganyar, Tuntang, Semarang. Korban datang ke Pantai Watu Kodok bersama rombongan remaja lainnya dari Semarang dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB.

Setelah sempat beristirahat, sekitar pukul 05.30 WIB, rombongan mulai bermain air di tepian pantai. Empat orang dari mereka segera menepi, namun Yuda dan rekannya, Muhamad Nabil Aswa (17), warga Sumurup, Tuntang, tetap bermain air di laut. Tak lama berselang, ombak besar menghantam mereka berdua dan menyeret ke tengah laut.

“Rekan-rekannya sudah mengingatkan agar menepi karena ombak besar, tapi tidak dihiraukan,” ujar Surisdiyanto.

Beruntung, Nabil berhasil menyelamatkan diri dengan mengikuti arus balik hingga ke bibir pantai. Namun Yuda justru terseret arus kuat dan menghilang di tengah laut. Salah satu rekan korban yang melihat kejadian langsung meminta bantuan kepada pedagang di sekitar lokasi. Laporan kemudian diteruskan ke Posko SAR Baron.

“Saat petugas tiba di lokasi, ombak masih tinggi sehingga pemantauan dilakukan dari atas tebing. Saat ini proses pencarian masih berlangsung,” jelas Surisdiyanto.

Ia menambahkan, gelombang laut di wilayah selatan mengalami kenaikan signifikan sejak Sabtu (21/6). Petugas pun telah memberikan imbauan berkali-kali agar wisatawan berhati-hati, khususnya dalam bermain air di laut. Kejadian ini kembali menjadi peringatan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berkunjung ke pantai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *