Warga Tolak SPBU Gedongtengen Beroperasi, Wali Kota Jogja Minta Izin Ditunda

Spbu gedongtengen
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bertindak cepat menanggapi penolakan warga RW 09 Pringgokusuman, Gedongtengen, terhadap rencana pembukaan kembali SPBU Gedongtengen. (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA — Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bertindak cepat menanggapi penolakan warga RW 09 Pringgokusuman, Gedongtengen, terhadap rencana pembukaan kembali SPBU Gedongtengen. Penolakan tersebut muncul setelah dua insiden ledakan yang terjadi secara beruntun di SPBU tersebut dan berdampak langsung pada permukiman warga.

Insiden SPBU Gedongtengen menjadi perhatian serius pemerintah kota. Warga mengeluhkan dampak ledakan yang bukan hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga mencemari lingkungan sekitar, seperti air sumur yang mulai tercium bau bensin.

Hasto menyampaikan bahwa pihaknya telah memberi instruksi langsung kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, untuk tidak serta-merta mengeluarkan izin operasional SPBU tanpa melibatkan warga terdampak.

“Tadi pagi saya telepon Pak Budi. Saya beri tugas, jangan asal operasi. Harus ketemu warga dulu,” tegas Hasto saat ditemui pada Rabu (2/7/2025).
Ia juga menekankan pentingnya mencatat semua indikasi pencemaran lingkungan, termasuk laporan warga soal air sumur yang berbau bensin, sebagai bukti faktual pencemaran SPBU Gedongtengen.

Di sisi lain, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jateng-DIY, Taufik Kurniawan, menjelaskan bahwa insiden di SPBU Gedongtengen adalah murni musibah. Ia memastikan bahwa pihak SPBU telah bertanggung jawab dengan memperbaiki tujuh rumah warga yang terdampak ledakan.

“Kami jamin tidak akan buka kalau belum layak dan belum aman,” ujar Taufik.
Sementara itu, Ketua RW 09, Heri Santosa, menjelaskan bahwa insiden pertama berupa kebakaran kecil, lalu disusul ledakan besar dari tangki penampungan bawah tanah SPBU yang getarannya terasa hingga Stasiun Tugu. Hal inilah yang memicu ketakutan warga dan mendorong mereka untuk memasang spanduk penolakan di depan SPBU.

Hasto juga menyebutkan bahwa keputusan operasional SPBU Gedongtengen akan menunggu laporan resmi dari DPMPTSP paling lambat Rabu pekan depan. Ia mengimbau agar semua pihak menjaga ketertiban dan mengutamakan keselamatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *