FaktaYogyakarta.id, SLEMAN — Sebanyak 21 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah secara resmi diluncurkan secara serentak pada Selasa, 15 Juli 2025. Peluncuran perdana dipusatkan di Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Muhammadiyah serta pejabat pemerintah pusat.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN) Dadan Hindayana, Ketua Dewan Pembina Yayasan Lembaga Peningkatan Kesehatan Gizi Indonesia (YLPKGI) Arsjad Rasjid, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah, serta Ketua Koordinator Nasional Program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) Nurul Yamin.
Dalam sambutannya, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan apresiasinya terhadap langkah strategis Muhammadiyah dalam mendukung percepatan pemenuhan gizi nasional. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan Muhammadiyah melalui SPPG merupakan bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam mengatasi isu ketahanan pangan dan kesehatan anak bangsa.
“Kontribusi Muhammadiyah melalui 21 unit SPPG ini sangat penting. Ini bukan hanya untuk warga Muhammadiyah, tetapi juga terbuka untuk semua lembaga pendidikan dalam radius enam kilometer dari lokasi SPPG,” ujar Dadan.
Program SPPG Muhammadiyah tidak hanya diluncurkan di DIY, tetapi juga tersebar di berbagai provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Utara. Setiap unit SPPG mampu memproduksi dan mendistribusikan hingga 3.500 porsi makanan bergizi per bulan. Nilai kolaborasi yang dihasilkan dari seluruh unit SPPG ditaksir mencapai miliaran rupiah setiap bulannya.
SPPG Muhammadiyah juga diharapkan menjadi model pelayanan gizi berbasis komunitas yang bisa direplikasi oleh lembaga lainnya. Program ini mendukung agenda nasional dalam memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan gizi yang tepat, aman, dan berkelanjutan.
Dengan peluncuran ini, Muhammadiyah kembali menunjukkan kontribusinya dalam membangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera melalui gerakan sosial berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.














