Teror dan Intimidasi di Pantai Sanglen Gunungkidul: Warung Warga Dirusak, Surat Ancaman Ditemukan

Teror di Pantai Sanglen
Aksi teror dan intimidasi kembali terjadi di kawasan Pantai Sanglen, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, GUNUNGKIDUL – Aksi teror dan intimidasi kembali terjadi di kawasan Pantai Sanglen, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Pada Senin (29/7/2025) pagi, sebuah warung milik warga ditemukan dalam kondisi roboh dan rusak parah. Tidak hanya itu, banner bergambar Sri Sultan Hamengkubuwono IX (HB IX) yang terpasang di area tersebut juga turut dirusak oleh pelaku.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus teror di Pantai Sanglen Gunungkidul yang diduga kuat merupakan bentuk intimidasi terhadap warga. Di lokasi kejadian, warga menemukan surat ancaman bertuliskan “Gelem Bongkar Ora” dan “Bongkaren Iki Selanjute” yang diletakkan di puing-puing bangunan. Surat ancaman tersebut bertanggal 28 Juli 2025, bertepatan dengan rencana penggusuran yang disebut-sebut dilakukan oleh pihak Kraton Yogyakarta.

Intimidasi di Pantai Sanglen Gunungkidul Diduga Dilakukan dengan Melempar Batu

Warga yang pertama kali menemukan kerusakan melaporkan bahwa bangunan yang tengah diperbaiki ditemukan roboh pada pukul 09.54 WIB. Selain itu, esbes di sekitar bangunan ditemukan dalam kondisi bolong, dengan bongkahan batu berserakan di sekitar puing. Hal ini memunculkan dugaan bahwa pelaku melakukan aksi perusakan dengan melempar batu dari atas tebing di sekitar Pantai Sanglen.

“Bangunan ini baru kemarin diperbaiki, tiba-tiba hari ini sudah dalam kondisi hancur. Kami menemukan bongkahan batu besar dan coretan ancaman di antara puing-puingnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Warga Pantai Sanglen Dihantui Teror dan Intimidasi

Teror di Pantai Sanglen ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, warga juga mendapatkan intimidasi berupa surat ancaman agar segera membongkar warung-warung yang dibangun dengan usaha mereka sendiri. Warga menduga tindakan ini merupakan upaya untuk memaksa mereka meninggalkan lahan yang sejak lama menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Aksi perusakan ini membuat warga resah dan khawatir akan keselamatan mereka. Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus teror di Pantai Sanglen Gunungkidul ini dan memberikan perlindungan kepada warga dari tindakan intimidasi serupa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *