Dua Wisatawan di Gunungkidul Pingsan Usai Tersengat Ubur-Ubur, Petugas Ingatkan Waspada

Dua wisatawan tersengat ubur ubur
Dua wisatawan dilaporkan mengalami sesak napas hingga pingsan akibat sengatan ubur-ubur di kawasan pantai selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (10/8/2025). (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, GUNUNGKIDUL – Dua wisatawan dilaporkan mengalami sesak napas hingga pingsan akibat sengatan ubur-ubur di kawasan pantai selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (10/8/2025). Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan data yang dibagikan akun resmi @baron_satlinmas, hingga pukul 14.00 WIB terdapat beberapa kasus sengatan ubur-ubur di sejumlah pantai di Gunungkidul. Di Pantai Kukup tercatat 16 orang yang terkena sengatan, Pantai Sepanjang 16 orang, Pantai Drini 5 orang, dan Pantai Krakal 6 orang.

Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Gunungkidul langsung melakukan penanganan cepat terhadap para korban sengatan ubur-ubur. Penanganan awal dilakukan di pos pantai, sementara korban dengan kondisi lebih serius dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Sengatan ubur-ubur bisa menyebabkan reaksi alergi, iritasi kulit, hingga gangguan pernapasan. Kami mengimbau wisatawan untuk lebih waspada, terutama yang bermain air atau berenang di area pantai,” ujar salah satu petugas pantai.

Fenomena kemunculan ubur-ubur ini biasanya terjadi pada musim tertentu ketika arus laut membawa biota tersebut ke tepi pantai. Wisatawan diimbau untuk memperhatikan rambu peringatan yang dipasang petugas dan menghindari kontak langsung dengan ubur-ubur.

Pantai di Gunungkidul memang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, namun keselamatan tetap menjadi prioritas. Sengatan ubur-ubur di Gunungkidul sudah berulang kali terjadi, sehingga kewaspadaan menjadi hal penting bagi setiap pengunjung.

Petugas kembali menegaskan agar pengunjung tidak memegang atau bermain-main dengan ubur-ubur meskipun terlihat sudah mati. Langkah pencegahan sederhana ini dapat menghindarkan wisatawan dari risiko sengatan yang membahayakan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *