FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DIY Tahun 2027 tidak hanya menjadi pedoman pembangunan satu tahun, tetapi juga menjadi penentu keberhasilan RPJMD 2022-2027 sekaligus pondasi awal lompatan pembangunan jangka panjang DIY 2025-2045. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam Rapat RKPD DIY Tahun 2027 yang digelar pada Selasa (25/11) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Sri Sultan menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan tahun strategis karena menjadi penutup dari RPJMD DIY 2022-2027. “Seluruh upaya yang kita rumuskan di tahun 2027 harus diarahkan untuk memastikan seluruh target pembangunan lima tahun terakhir dapat terpenuhi. Penyusunan RKPD 2027 juga harus menjadi pijakan awal yang kokoh untuk merealisasikan tahap pertama RPJPD DIY 2025-2045,” ujarnya.
Tahap pertama RPJPD DIY, menurut Sultan, adalah fase fundamental yang menitikberatkan pada beberapa prioritas utama, antara lain:
Membangun SDM berkualitas, relevan, dan adaptif
Mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan selatan
Transformasi ekonomi berbasis inovasi, budaya, dan ekonomi hijau
Penguatan ketahanan lingkungan dan kebencanaan
Digitalisasi dan tata kelola pemerintahan modern dan responsif
Sultan juga menekankan pentingnya menjawab tantangan fiskal dengan kebijakan yang terukur dan strategis. RKPD 2027 harus memperkuat ketahanan ekonomi, memastikan inklusivitas, dan menjaga keberlanjutan pembangunan di seluruh sektor.
Dalam rangka menuntaskan RPJMD dan mengawali agenda jangka panjang, Sultan memberikan arahan agar seluruh indikator RPJMD 2022-2027 diberi prioritas percepatan. Fokus percepatan diarahkan pada isu-isu mendesak seperti penurunan kemiskinan, pengurangan ketimpangan, peningkatan kualitas lingkungan, dan penguatan SDM. Strategi pemenuhan indikator ini harus dilengkapi dengan langkah-langkah yang jelas dan terukur.
Dengan arahan ini, RKPD DIY 2027 diharapkan menjadi dokumen strategis yang mampu mendorong keberhasilan RPJMD 2022-2027 sekaligus menyiapkan pembangunan jangka panjang DIY menuju 2045 yang berkelanjutan dan inklusif.














