Faktayogyakarta.id, NASIONAL – Indonesia kembali menorehkan pencapaian strategis di kancah diplomasi internasional. Diplomat senior, Sidharto Reza Suryodipuro, secara resmi terpilih menjabat sebagai Presiden Dewan HAM PBB (Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Penunjukan yang diresmikan pada 8 Januari 2026 ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam kancah global. Posisi ini menjadi mandat penting bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam memajukan serta melindungi hak asasi manusia di tingkat dunia.
Komitmen Kolaborasi Global
Sebelum terpilih menjadi pucuk pimpinan di badan HAM dunia tersebut, Sidharto menjabat sebagai Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa sejak tahun 2025.
Dalam peran barunya ini, Sidharto menegaskan komitmennya untuk merangkul berbagai pihak demi memperkuat penegakan HAM.
“Saya berkomitmen bekerja sama dengan negara anggota, pengamat, badan khusus PBB, lembaga HAM nasional, organisasi masyarakat sipil, serta organisasi regional dalam membangun arsitektur HAM global,” ungkap Sidharto.
Profil dan Latar Belakang Pendidikan
Sidharto Reza Suryodipuro lahir di Cologne, Jerman, pada 29 September 1966. Ia memiliki garis keturunan bangsawan dari Kerajaan Mangkunegaran. Darah diplomasi dan pelayanan publik mengalir dari kakeknya, Suyoto Suryodipuro, yang merupakan salah satu pendiri Kementerian Luar Negeri Indonesia serta Radio Republik Indonesia (RRI).
Secara akademis, Sidharto menempuh pendidikan sarjana Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan dan lulus pada tahun 1986. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Sekolah Pascasarjana Angkatan Laut (Naval Postgraduate School) di Monterey, Amerika Serikat, melalui beasiswa Fulbright dan meraih gelar master seni dalam keamanan nasional pada tahun 2003.
Rekam Jejak Karier Cemerlang
Karier diplomatik Sidharto dimulai pada tahun 1992 saat bergabung dengan Kementerian Luar Negeri. Berikut adalah sejumlah pos strategis yang pernah diemban sebelum menjabat sebagai Presiden Dewan HAM PBB:
Misi PBB: Bertugas di Misi Tetap Indonesia untuk PBB sebagai delegasi dalam komite operasi perdamaian Majelis Umum PBB.
KBRI Canberra (2004–2006): Memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, dan pendidikan antara Indonesia dan Australia.
Dewan Keamanan PBB (2006–2009): Kembali ke New York sebagai delegasi Indonesia, menangani isu spesifik terkait Afrika dan kemanusiaan.
Kerja Sama Regional (2009–2014): Menangani kerja sama Asia Pasifik dan Afrika, serta berperan aktif dalam persiapan kepemimpinan Indonesia di APEC 2013.
Wakil Dubes RI untuk AS (2014–2017): Mendorong kerja sama bilateral, termasuk isu penanggulangan ekstremisme dan dialog lintas agama.
Dubes RI untuk India dan Bhutan (2017): Menjadi Duta Besar Indonesia pertama untuk Bhutan.
Atas dedikasinya, Sidharto pernah menerima Penghargaan Hassan Wirajuda pada tahun 2020. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi signifikannya dalam upaya perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Sebelum bertolak ke Jenewa, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN pada tahun 2020.














