Kolaborasi Peneliti dan Hobiis Temukan Spesies Baru Kantong Semar di Hutan Mempawah

spesies baru Nepenthes ×taringkecil yang ditemukan di hutan kerangas Mempawah. (Dok. ITB)

Faktayogyakarta.id, NASIONAL – Tim peneliti gabungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan IPB University berhasil mengidentifikasi spesies baru kantong semar (Nepenthes) dari wilayah Kalimantan Barat. Tanaman ini merupakan hasil hibrida alami dari dua spesies yang sebelumnya telah dikenal secara ilmiah.

Temuan tersebut telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah internasional Phytotaxa edisi Januari 2026. Spesies anyar ini diberi nama ilmiah Nepenthes ×taringkecil. Penemuan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi positif antara peneliti institusi dan komunitas hobiis dalam mengungkap keanekaragaman hayati Nusantara.

Karakteristik Unik “Taring Kecil”

Kurator Herbarium Bandungense SITH ITB, Arifin Surya Dwipa Irsyam, menjelaskan bahwa penamaan spesies ini merujuk pada morfologi khas tanaman tersebut. Terdapat fitur fisik unik pada bagian bibir kantong (peristome) yang membedakannya dari varian lain.

“Kami menamakan ×taringkecil karena pada bagian peristome-nya terdapat sepasang gigi kecil dengan panjang sekitar 0,5-0,8 milimeter. Sementara itu, pada induknya, N. bicalcarata, panjang taring dapat mencapai 3 sentimeter,” ujar Arifin dikutip dari laman resmi ITB, Selasa (27/1/2026).

Secara fisik, Nepenthes ×taringkecil menampilkan perpaduan karakter dari dua induknya. Bagian atas kantong berbentuk silindris yang menyerupai N. mirabilis, namun memiliki taring yang tereduksi (mengecil). Selain itu, tanaman ini tidak memiliki rongga pada bagian sulur (tendril), berbeda dengan induknya N. bicalcarata yang biasanya memanfaatkan rongga tersebut sebagai sarang semut.

Peran Citizen Science

Riset ini menggunakan pendekatan sains warga (citizen science). Spesimen awal tidak didapatkan melalui ekspedisi formal peneliti, melainkan berasal dari informasi hobiis kantong semar bernama Nazila dan Rais. Mereka membagikan dokumentasi tanaman tersebut melalui media sosial pada tahun 2024.

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh para peneliti. Arifin menyebutkan bahwa data tersebut memperkuat dugaan adanya habitat tumpang tindih antara N. bicalcarata dan N. mirabilis di hutan kerangas dan rawa gambut wilayah Kabupaten Mempawah.

Validasi ilmiah dilakukan di Bogor dengan pembagian tugas yang terstruktur. M. Rifqi Hariri dari BRIN menangani analisis molekuler, M. Hisyam Fadhil dari IPB University melakukan penanaman serta ilustrasi botani, dan Arifin berfokus pada deskripsi morfologi.

“Penelitian mengenai status taksonomi ×taringkecil ini sangat menarik bagi kami. Kami benar-benar menantikan hasil analisis molekuler,” tambah Arifin.

Hasil analisis DNA berbasis internal transcribed spacer (ITS) akhirnya mengonfirmasi hipotesis tim. Data genetik menunjukkan bahwa spesies baru kantong semar ini memiliki kekerabatan dekat dengan induknya, namun memiliki ciri morfologi spesifik yang membuktikan adanya proses hibridisasi alami.

Penelitian ini didukung oleh pendanaan BRIN melalui skema Rumah Program tahun anggaran 2023 dan 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *