SLEMAN – Pekan depan akan menjadi libur panjang, bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj dan Tahun Baru Imlek.
Kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman diprediksi naik hingga dua kali lipat.
“Mungkin kenaikannya 1,5 sampai dua kali lipat kisarannya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid pada Senin (20/1/2025).
Ishadi menambahkan dengan durasi libur total sebanyak lima hari, wisatawan perorangan maupun rombongan berpotensi liburan ke Sleman.
“Dengan adanya long weekend ini saya rasa wisatawan di Sleman akan meningkat. Karena itu kan lumayan panjang kan itu mulai dari Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu. Jadi itu mungkin banyak rombongan atau perorangan yang kemudian mengalokasikan waktunya untuk ke kunjungan wisata di Kabupaten Sleman,” katanya.
Momen ini disebut Ishadi bisa menjadi sinyal baik bagi pelaku wisata Sleman di awal tahun.
Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada bulan Januari.
“Iya, jadi untuk pariwisata ini kebetulan kita dibantu di awal tahun ini ada long weekend, sehingga nanti jumlah kunjungannya di bulan Januari ini semakin meningkat,” katanya.
Soal prediksi destinasi pilihan para pelancong, Ishadi menyebut preferensi wisatawan tidak akan jauh berubah dari wisata di sekitar Prambanan dan wisata di area Kaliurang.
“Jadi opsi kunjungan wisatawan tetap di Lava Tour, Kaliurang, Breksi, Obelix Hills, Candi Prambanan, Candi Boko, sama Ibarbo Park mungkin,” katanya.
Ishadi mengestimasi pergerakan wisatawan masuk akan mulai berlangsung sejak Jumat sore atau Jumat malam.
Pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman selanjutnya akan terjadi hingga Rabu sore.
Namun, pergerakan wisatawan nantinya tetap dipengaruhi oleh faktor cuaca.
Bila cuaca mendukung, tempat wisata luar ruang mungkin akan dipilih wisatawan.
Bila hujan, pelancong akan mencari pilihan ke destinasi dalam ruang.
Ishadi juga berpesan kepada pelaku wisata untuk elayani wisatawan dengan baik dan ramah. (sya)














