Dukung Makan Bergizi Gratis, Pemda DIY Siapkan Anggaran 42 Miliar

Makan Bergizi Gratis (MBG). (Antara)
Makan Bergizi Gratis (MBG). (Antara)

YOGYAKARTA Pemda DIY menyiapkan dana sebesar 42 miliar rupiah untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Besaran anggaran tersebut disesuaikan dengan ketentuan pusat yakni 2,5% dari total PAD.

Persentase ini menurut Kepala Bappeda DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, dimana DIY masuk dalam kategori ranah sedang.

Pemda DIY tidak mungkin menghilangkan program-program yang sudah ada.

Nantinya, dari besaran anggaran ini juga akan dilakukan audit dari sisi konsistensi perencaanaan dari RKPD.

Jumlah uang yang dianggarkan ini memang tidak sedikit, maka dilakukan penyesuaian anggaran untuk penyediaan MBG termasuk juga penataan anggaran untuk dana insentif fiskal,” ungkap Ni Made.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri, dimulai di 190 titik yang tersebar di 26 provinsi Indonesia.

Seperti diketahui, MBG merupakan program 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

DIY tidak masuk ke dalam kategori provinsi yang termasuk dalam kick off program MBG tersebut, meskipun diketahui, dukungan dana sudah disiapkan.

Program ini menurut Ni Made, merupakan kewenangan pusat. Penanganan MBG sepenuhnya ditangani oleh Badan Gizi Nasional.

Ni Made mengatakan beberapa bulan yang lalu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X telah memanggil seluruh komponen OPD untuk menyiapkan program tersebut.

Sudah ada rapat koordinasi dan pemetaan untuk melaksanakan program makan bergizi.

Ni Made menjelaskan, DIY telah berupaya untuk memaksimalkan kontribusi terkait dengan logistik yang akan disebarkan kepada penerima.

DIY dipastikan mampu menyuplai bahan baku pangan yang akan dipergunakan sebagai dukungan program.

Hal ini sudah dipastikan kesiapan melalui potensi pertanian, perikanan, distribusi dan dari segi perdagangan.

Seperti misalnya beras, DIY dipastikan aman. Dari estimasi kebutuhan sekitar 10,6 ribu ton/tahun.

Sementara total produksi DIY sedikitnya 546 ribu ton/tahun. Sayur mayur pun demikian, meskipun tidak dapat dicukupi oleh pertanian, namun sudah didukung dengan suplai daerah di sekitarnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *