Ka’bah Ditutup Kain Putih, Tanda Musim Haji 1446 H Resmi Dimulai

Suasana ka'bah yang ditutup kain putih menjelang ibadah haji 2025
Gambaran ka'bah yang ditutup kain putih (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, INTERNASIONAL – Musim haji 1446 Hijriah telah resmi dimulai dengan ditandainya penutupan Ka’bah dengan kain putih, sebuah tradisi yang menandakan dimulainya masa-masa penting dalam ibadah haji. Setiap tahun, peristiwa ini menjadi simbol kuat yang mengundang perhatian umat Muslim dari seluruh dunia.

Ka’bah ditutup kain putih sebagai tanda telah masuk musim haji 1446 H, menggantikan sementara kiswah hitam yang biasanya menyelubungi bangunan suci tersebut. Penutupan kain putih ini memiliki makna spiritual mendalam, menandakan kesiapan tempat suci tersebut dalam menyambut jutaan jamaah yang akan melaksanakan rukun Islam kelima.

Menurut laporan dari otoritas Arab Saudi, penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan ritual tahunan. Selain sebagai bentuk penghormatan, penggunaan kain putih juga melambangkan kesucian dan persatuan umat Islam dari berbagai negara, bahasa, dan budaya.

Tradisi ini menjadi salah satu momen sakral dalam kalender Islam. Selain itu, berbagai persiapan telah dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi, termasuk peningkatan fasilitas di sekitar Masjidil Haram dan pengaturan arus jamaah untuk menjaga keamanan serta kenyamanan seluruh jamaah haji.

Penampakan Ka’bah yang diselimuti kain putih juga menjadi perhatian publik dan viral di media sosial, dengan banyak warganet menyampaikan rasa haru dan kerinduan untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Bagi calon jamaah haji asal Indonesia, Kementerian Agama RI juga telah mengkonfirmasi bahwa beberapa kloter sudah diberangkatkan. Informasi terbaru mengenai kuota, syarat keberangkatan, dan jadwal pemberangkatan bisa diakses melalui situs resmi kementerian.

Ka’bah ditutup kain putih sebagai tanda telah masuk musim haji 1446 H juga menjadi momen reflektif bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk memperkuat niat dan doa agar suatu hari bisa berkunjung ke Tanah Suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *