Faktayogyakarta.id, NASIONAL – Wilayah pantai barat laut Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, diguncang gempa bumi tektonik pada Jumat (24/4) pukul 11.45 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa Jailolo Maluku Utara tersebut memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo 5,1 dan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Berdasarkan data teknis, pemicu utama getaran ini adalah adanya aktivitas deformasi kerak bumi di wilayah tersebut.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi,” ujar Rahmat Triyono dalam keterangan resmi yang diterima di Manado, Jumat.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa Jailolo Maluku Utara ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip. Secara geografis, episenter gempa terletak pada koordinat 1,29 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,45 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi tepatnya berada di laut dengan jarak 115 kilometer arah barat laut Jailolo pada kedalaman 26 kilometer.
Getaran gempa ini dilaporkan berdampak dan dirasakan cukup nyata di daerah Ternate, Maluku Utara. Berdasarkan skala intensitas, getaran mencapai II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas. Meski getaran terasa signifikan, hasil pemodelan BMKG secara tegas menunjukkan bahwa aktivitas tektonik ini tidak menimbulkan ancaman tsunami di sepanjang pesisir Maluku Utara dan sekitarnya.
Hingga pukul 12.10 WIB, pantauan dari pusat pemantauan gempa BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada namun tidak perlu panik secara berlebihan. Rahmat Triyono mengimbau warga agar senantiasa memastikan informasi yang diterima bersifat valid dan kredibel.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tegas Rahmat Triyono.
Warga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Selain itu, masyarakat diharapkan memeriksa kembali kestabilan bangunan tempat tinggal mereka sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan guna menghindari risiko runtuhan akibat potensi guncangan yang tidak terduga. BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah laut Maluku secara berkala.














