BNPB Rilis Data Penanganan Bencana Hidrometeorologi Basah di Sejumlah Wilayah Indonesia

Faktayogyakarta, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana merangkum situasi terkini terkait sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah di wilayah Indonesia pada periode Minggu hingga Senin (25/5/2026) pagi.

Pusat data kebencanaan mencatat bahwa fenomena alam tersebut masih terus melanda beberapa daerah termasuk bencana banjir di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

Bencana banjir tersebut terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 16.30 WIB akibat intensitas hujan tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama.

Tingginya curah hujan memicu debit Sungai Rengas dan Sungai Cijayanti meluap hingga melimpas ke kawasan permukiman penduduk setempat.

Kejadian banjir bandang ini juga diperparah oleh kondisi sistem drainase air lingkungan yang kurang berfungsi dengan baik.

Wilayah yang terdampak langsung mencakup Desa Waru Jaya di Kecamatan Parung serta Desa Cijayanti di Kecamatan Babakan Madang.

Sebanyak 611 jiwa dari 178 kepala keluarga yang terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi menghindari risiko bahaya.

Kondisi genangan dilaporkan mulai berangsur surut pada Minggu malam sehingga sebagian warga langsung membersihkan rumah secara mandiri.

Selain banjir, Kabupaten Bogor juga dilanda peristiwa angin kencang yang menyapu Desa Cibeuteung Muara Kecamatan Ciseeng dan Desa Tamansari Kecamatan Rumpin.

Fenomena angin kencang tersebut terjadi secara mendadak pada Minggu siang sekitar pukul 13.30 WIB dan berdampak pada 320 jiwa dari 92 kepala keluarga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat kerugian materiil berupa satu unit rumah rusak berat, delapan rusak sedang, dan 83 rumah mengalami rusak ringan.

Petugas bersama warga telah bergotong royong membersihkan pohon tumbang sekaligus memperbaiki kerusakan rumah secara mandiri pascakejadian.

Sementara itu, pemutakhiran data penanganan banjir di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah per Minggu menunjukkan warga mulai membersihkan sisa lumpur.

Kondisi genangan air di sejumlah titik dilaporkan masih teramati dengan tinggi muka air berkisar antara lima hingga 30 sentimeter.

Banjir yang melanda wilayah Pati ini terjadi pada Sabtu dini hari setelah hujan lebat memicu jebolnya tanggul di dekat kawasan permukiman warga.

Luapan air merendam 74 unit rumah serta berdampak pada 399 unit bangunan lainnya di Desa Tanjunganom Kecamatan Gabus dan Desa Ketitang Wetan Kecamatan Batangan.

Merespons rentetan kejadian bencana hidrometeorologi basah tersebut, pihak BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.

Pihak berwenang mengingatkan semua pihak untuk senantiasa mewaspadai setiap jenis ancaman bahaya geologi maupun cuaca ekstrem yang mungkin timbul saat memasuki bulan Juni mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *