Harga Emas Tembus 5.000 Dolar AS, Jumlah Nasabah Bank Emas Melonjak Jadi 5,7 Juta Orang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Ist)

Faktayogyakarta.id, NASIONAL – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan adanya lonjakan pertumbuhan jumlah nasabah bank emas (bullion bank) yang sangat signifikan di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Tercatat, angka partisipasi masyarakat meningkat tajam dari 3,2 juta orang pada Februari 2025 menjadi 5,7 juta orang pada saat ini.

Fenomena ini sejalan dengan operasional bank emas yang resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 lalu. Saat itu, PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ditetapkan sebagai dua lembaga keuangan pionir yang memperoleh izin resmi untuk menjalankan layanan perbankan berbasis logam mulia tersebut.

Dalam acara peluncuran “AKSI KLIK” dan “AKU BISA SEJAHTERA” di Jakarta, Jumat (6/3/2026), Airlangga merinci pertumbuhan nilai aset emas yang dikelola. Di PT Pegadaian, nilai emas yang digadaikan meningkat dari 94 ton menjadi 144,7 ton. Sementara itu, pemanfaatan emas menjadi pinjaman juga naik sebesar 38,5 ton dengan nilai mencapai Rp102 triliun, sedangkan di BSI kini telah menyentuh angka 22 ton.

Airlangga menjelaskan bahwa tren kenaikan jumlah nasabah bank emas ini dipicu oleh lonjakan harga emas dunia yang drastis. Saat bank emas diluncurkan tahun lalu, harga emas masih berada di kisaran 3.000 dolar AS per ons troy, namun kini telah melambung hingga sekitar 5.000 dolar AS per ons troy. Kenaikan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian global akibat situasi perang, yang mendorong masyarakat memilih emas sebagai instrumen safe haven.

Di sisi lain, Airlangga menyoroti tantangan inklusi dan literasi keuangan di tanah air. Merujuk hasil survei OJK dan BPS tahun 2025, indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 92,74 persen, angka yang sudah berada di atas rata-rata negara anggota OECD. Namun, tingkat literasi keuangan masih tertinggal di angka 66,64 persen.

Guna memperkuat sektor ini, Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) untuk melengkapi Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah nasabah bank emas dan akses keuangan lainnya, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengelola risiko dan terhindar dari potensi penipuan digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *