Faktayogyakarta.id, NASIONAL – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi huntara di Gayo Lues pada Rabu (11/3/2026). Kunjungan kerja yang dipusatkan di kawasan Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh tersebut, bertujuan memastikan tidak ada lagi masyarakat penyintas bencana alam yang merayakan Idulfitri tahun ini di dalam tenda pengungsian darurat.
Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penyelesaian fasilitas hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Berdasarkan rekapitulasi data sementara BNPB hingga Selasa (10/3/2026), target pembangunan huntara di Gayo Lues dipatok pada angka 1.713 unit. Dari total target tersebut, sebanyak 1.518 unit hunian dilaporkan telah rampung dikerjakan di lapangan.
“Kami pastikan menjelang lebaran tahun 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues, sudah tidak ada lagi masyarakat yang ada di tenda,” ujar Kepala BNPB saat menyapa warga di lokasi pengungsian Agusen.
Mengantisipasi masih adanya sejumlah keluarga yang sedang menunggu proses penyelesaian pembangunan fasilitas huntaranya, BNPB telah menyiapkan langkah strategis operasional. Suharyanto menginstruksikan agar warga yang belum mendapatkan unit segera dipindahkan sementara waktu ke tempat yang jauh lebih layak, seperti fasilitas gedung balai latihan kerja yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat.
“Supaya semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa menikmati, bisa mengikuti perayaan Idulfitri dengan lebih baik dan lebih hikmat,” tambahnya.
Kawasan hunian komunal di Agusen saat ini tercatat dihuni secara aktif oleh 155 Kepala Keluarga (KK). Mereka merupakan penduduk setempat yang kehilangan tempat tinggal akibat hancur diterjang bencana banjir besar pada akhir November 2025 lalu. Kondisi lahan asal mereka kini dinilai sangat rentan dan tidak memungkinkan lagi untuk dijadikan lokasi pendirian hunian pascabencana.
“Mereka tidak memiliki tanah lagi sehingga Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berusaha untuk mencari tempat untuk relokasi terpusat,” ujar Suharyanto.
Merespons kendala tersebut, pemerintah daerah menyatakan bahwa sebagian besar lahan yang saat ini dimanfaatkan sebagai huntara direncanakan akan dialihkan statusnya menjadi lokasi Hunian Tetap (Huntap). Kebijakan relokasi terpusat ini diambil menyusul keterbatasan lahan kosong yang masuk dalam kategori aman di wilayah tersebut.
“Nanti teknisnya adalah mungkin setelah program huntap ini, paling tidak setelah awal April ini masuk rehabilitasi rekonstruksi. Kita akan mulai pembangunan huntap. Khusus di Gayo Lues ini agak berbeda dengan daerah lain,” imbuh Kepala BNPB yang dalam kunjungannya turut didampingi oleh Bupati Gayo Lues.
Menutup agenda tinjauannya, Letjen TNI Suharyanto mendistribusikan sejumlah paket logistik kepada warga penghuni huntara di Gayo Lues. Bantuan yang disalurkan mencakup bahan pokok makanan dan perlengkapan alat tulis bagi anak-anak. BNPB juga menyerahkan bantuan non-pangan esensial berupa kasur, kompor, kipas angin, dan matras guna menunjang keberlangsungan hidup warga sebelum dana jaminan hidup dari kementerian terkait resmi dicairkan.














