Faktayogyakarta.id, NASIONAL – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, mengambil langkah strategis untuk mendorong perluasan pasar ekspor produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di kancah global. Upaya ekspansi ekonomi ini diwujudkan dengan memanfaatkan misi diplomasi perdagangan yang diintegrasikan dalam rute pelayaran muhibah kapal latih KRI Bima Suci milik TNI Angkatan Laut (AL).
Dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersebut ditandai dengan kehadiran Wamendag Dyah Roro Esti dalam agenda deck reception pada Senin (30/3/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan upacara pelepasan muhibah KRI Bima Suci di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, pada Selasa (31/3/2026).
“Pelayaran muhibah KRI Bima Suci ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat diplomasi perdagangan Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan nasional kepada dunia internasional sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha, khususnya UMKM,” ujar Wamendag dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Misi pelayaran internasional bergengsi yang mengusung sandi operasi “Kartika Jala Krida 2026” ini dijadwalkan akan berlangsung selama 197 hari. Dalam durasi tersebut, KRI Bima Suci akan melintasi dan bersandar di sejumlah negara sahabat, di antaranya adalah Singapura, Sri Lanka, Tiongkok, Jepang, dan Rusia. Pelayaran ini menjadi medium utama pemerintah dalam memperkuat kerja sama lintas sektor di tingkat internasional.
Kemendag secara khusus memanfaatkan momentum ini untuk melakukan kurasi ketat terhadap berbagai produk unggulan UMKM binaan. Tujuannya adalah memastikan setiap barang yang dibawa mencerminkan kualitas, inovasi, dan keberagaman produk nasional yang siap bersaing di pasar mancanegara. Fasilitasi yang diberikan mencakup proses seleksi hingga tahap pendampingan.
Partisipasi aktif produk lokal ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur secara langsung di hadapan para perwakilan diplomatik dari 26 negara yang dilibatkan dalam rute pelayaran tersebut.
“Keikutsertaan UMKM dalam pelayaran ini merupakan langkah konkret untuk mendorong produk Indonesia menembus pasar global. Kami optimistis interaksi langsung dengan berbagai negara akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” kata Roro Esti menambahkan.
Selama berlayar, produk-produk lokal tersebut tidak hanya dipamerkan di Jakarta saat pelepasan, melainkan akan dibawa berkeliling dan dipamerkan langsung dalam setiap agenda resmi di berbagai negara tujuan KRI Bima Suci. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mendongkrak realisasi ekspor produk UMKM nasional secara masif.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret untuk membuka peluang kerja sama dagang serta mendorong penetrasi produk Indonesia ke pasar global,” ujar Roro Esti menegaskan.
Sinergi yang terbangun antara jajaran TNI AL dan Kementerian Perdagangan ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas kementerian dalam memperkuat posisi Indonesia. Diplomasi yang dijalankan oleh KRI Bima Suci kini tidak lagi sebatas pada aspek pertahanan, melainkan telah berekspansi secara nyata mencakup penguatan ketahanan ekonomi nasional melalui jalur promosi perdagangan. Ke depan, Wamendag memastikan instansinya akan terus mengoptimalkan berbagai platform diplomasi demi meningkatkan daya saing UMKM lokal.














