YOGYAKARTA – Korban penyiraman air keras di Yogyakarta, Natasya Hutagalung, kondisinya hingga kini belum pulih.
Keluarga mengatakan, mata kiri Natasya belum dapat dibuka akibat terkena siraman air keras pelaku.
“Banyaknya air keras yang tumpah ke muka Natasya, yang kami panggil Tasya, itu membuat kedua matanya, khususnya yang sebelah kiri, sampai saat ini belum bisa untuk dibuka,” ujar Tarida, salah satu anggota keluarga korban, Kamis (26/12/2024).
Sedangkan, mata kanan Natasya bisa dibuka meski dalam waktu singkat.
“Kalau mata sebelah kanan bisa dibuka, tetapi hanya sebentar. Setelah itu tidak bisa lagi, karena memang masih sangat-sangat perih,” ucapnya.
Saat ini, Natasya masih menjalani perawatan intensif. Selain luka fisik, mahasiswi asal Kalimantan Barat ini juga mengalami trauma.
“Kondisinya saat ini sudah sadar, tetapi anak kami ini mengalami trauma dan rasa takut,” ungkapnya.
Polisi telah menangkap dua pelaku penyiraman air keras, yakni B alias Billy, warga Kalimantan Barat, dan S alias Satim, warga Kabuaten Kuningan, Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Probo Satrio menuturkan, pelaku utama, Billy, adalah mantan kekasih korban.
Mereka menjalin hubungan sejak 2021 hingga Agustus 2024.
“Kemudian yang laki-laki merasa tidak terima. Laki-laki ini adalah mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, tidak menerima putus dari pacarnya,” tuturnya, Kamis.
Setelah putus, Billy berusaha meminta untuk kembali menjalin hubungan, tetapi ditolak korban.
Penolakan tersebut memicu ancaman dari pelaku.
“Akhirnya B mengancam korban. Intinya kalau mereka tidak bisa bersatu, kalau nanti sakit ya sakit semua, sama-sama merasakan. Maksudnya seperti itu, kalau hancur ya hancur semua,” jelasnya. (sya)














