YOGYAKARTA – Mahasiswi korban penyiraman air keras pada malam Natal tahun lalu, NH, menunjukkan perkembangan positif.
Hal ini disampaikan oleh Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, pada Jumat (3/1/2025).
shutterstock)Banu menjelaskan, saat pertama kali masuk ke rumah sakit, NH mengalami luka bakar sekitar 18 persen.
Berdasarkan pemeriksaan terbaru pada 2 Januari 2025, luas luka bakar berkurang menjadi 10 persen.
Meskipun demikian, luka bakar yang tersisa tergolong berat dengan tingkat keparahan mencapai derajat 3 dan cukup dalam.
“Luka bakar 10 persen ini tergolong berat, terutama di bagian mata,” ujar Banu.
Mata kiri NH mengalami kondisi yang cukup serius, sementara mata kanan masih terus dievaluasi oleh tim medis.
Untuk mengatasi luka dalam yang masih tersisa, tim medis RSUP Dr. Sardjito telah merencanakan beberapa tindakan operasi.
Operasi pertama akan dilakukan pada minggu ini dengan fokus pada pengangkatan jaringan kulit mati di area wajah dan kelopak mata.
“Operasi pertama ini akan kami lakukan untuk membersihkan area luka dan mengangkat jaringan kulit yang sudah mati,” jelas Banu.
Setelah operasi pertama, tim bedah plastik akan melakukan tindakan penambalan pada luka dalam sekitar 2-3 minggu kemudian.
Proses penyembuhan NH diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar dua bulan ke depan.
Selama masa perawatan, NH akan mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter spesialis bedah plastik, mata, dan psikiatri. (sya)














