Daerah  

Tambah Armada Bus Sekolah, Dishub Bantul Tunggu Persetujuan Pusat

Ilustrasi bus sekolah.
Ilustrasi bus sekolah.

BANTULKetersediaan bus sekolah di Bantul masih terbatas. Saat ini ada tiga bus sekolah yang beroperasi di Bantul.

Dua dari tiga bus sekolah tersebut merupakan kendaraan keluaran tahun 2007, sehingga hanya dapat melayani rute di sekitar Kapanewon Bantul.

Sementara satu bus lainnya yang merupakan kendaraan keluaran tahun 2012 dinilai masih dapat beroperasi optimal.

Satu armada tersebut beroperasi mengangkut pelajar dari Kapanewon Bantul-Pandak-Pajangan-Sedayu.

Setiap armada dapat menampung maksimal 25 penumpang dengan tempat duduk, dan lima orang penumpang berdiri.

Dari penumpang yang naik turun dalam satu rute yang beroperasi, terhitung ada puluhan pelajar yang diangkut bus sekolah tersebut.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait dengan pegajuan penambahan armada bus sekolah.

Belakangan bus sekolah makin banyak peminatnya.

Penambahan bus sekolah masih menunggu dari kementerian, yang kami ajukan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III DIY dan Provinsi DIY,” ujar Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamudji Rahardjo.

Toto menuturkan hingga saat ini pihaknya belum mendapat kepastian apakah pengajuan tersebut disetujui pemerintah pusat dan Pemda DIY.

Toto menyebut dua bus sekolah tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah rute di jalur Kapanewon Imogiri-Jetis-Bantul.

Dia mengaku pihaknya tidak mematok kapasitas kedua bus sekolah yang diusulkan tersebut.

Dia hanya berharap usulan tersebut disetujui lantaran kebutuhan tambahan bus sekolah di Bantul masih tinggi.

Ia mengatakan alokasi anggaran dari APBD Bantul hanya tersedia untuk operasional armada bus sekolah.

Kalau anggaran APBD Bantul untuk pengadaan bus sekolah tidak memadai,” katanya.

Dia pun belum dapat memastikan anggaran APBD Bantul tahun ini yang akan dialokasikan untuk biaya operasional tersebut di tahun ini. Berkaca pada tahun 2024, pada semester satu tahun 2024, pihaknya menerima anggaran Rp90 juta untuk operasional bus sekolah.

Pihaknya juga telah menerima usulan dari masyarakat untuk tambahan rute bus sekolah di jalur Imogiri-Srandakan.

Menurut Toto, selain usulan dari masyarakat, rute tersebut juga merupakan jalur yang dilalui banyak kendaraan. Sehingga, di berharap, apabila tambahan bus sekolah, rute tersebut juga dapat dilayani. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *