SLEMAN – Pendanaan untuk kegiatan retreat kepala daerah yang sebelumnya direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kini sepenuhnya akan dibiayai oleh APBN.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tengah mempersiapkan kebutuhan untuk pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, serta persiapan retreat di Magelang pelantikanyang akan dilaksanakan setelah pelantikan.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, menjelaskan bahwa awalnya retreat tersebut direncanakan menggunakan dana APBD, sesuai dengan surat edaran yang berlaku saat itu. Bahkan, anggaran untuk retreat sempat diajukan melalui bagian umum.
“Begitu menerima surat pertama, kami langsung mengalokasikan anggaran melalui bagian umum. Kami juga sempat mengajukan revisi anggaran untuk mencukupi kebutuhan retreat tersebut,” ujarnya, Jumat (14/2/2025).
Namun, setelah keluarnya surat terbaru, pembiayaan retreat kepemimpinan bagi kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang kini sepenuhnya ditanggung oleh APBN yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Dalam Negeri.
“Setelah ada surat susulan yang menyatakan biaya retreat dibiayai APBN, maka penganggaran yang semula direncanakan melalui APBD langsung kami batalkan,” kata Bandang.
Dengan adanya kepastian ini, Pemkab Sleman tidak mengalokasikan dana daerah untuk retreat tersebut. Bandang menegaskan bahwa Pemkab sama sekali tidak perlu merevisi APBD guna menyesuaikan anggaran retreat, karena seluruh biaya telah ditanggung oleh APBN.
Meskipun begitu, Pemkab Sleman tetap memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan keperluan terkait retreat dan pelantikan bupati serta wakil bupati terpilih.
“Kami memastikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh kepala daerah yang akan dilantik dapat disiapkan dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Bagian Tata Pemerintahan akan mengambil perlengkapan retreat di Jakarta mulai 18 Februari 2025.
“Karena pelantikan baru akan berlangsung pada 20 Februari, bupati terpilih tidak dapat mengambil toolkit secara langsung. Maka dari itu, kami akan membantu proses tersebut,” tuturnya.
Pemkab Sleman juga akan mengurus registrasi retreat serta membawa perlengkapan yang dibutuhkan selama kegiatan di Akmil.
“Setelah pelantikan, bupati terpilih akan beristirahat sejenak di rumah, lalu pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB langsung berangkat ke Magelang,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari persiapan pelantikan, bupati dan wakil bupati terpilih dijadwalkan menjalani registrasi serta pemeriksaan kesehatan di Kantor Kemendagri pada 16 Februari.
Selanjutnya, kepala daerah yang akan dilantik akan mengikuti gladi kotor di Istana Negara pada 18 Februari dan gladi bersih sehari setelahnya, yakni 19 Februari.
“Mengingat agenda mereka yang cukup padat, kami telah membagi tim untuk mendampingi mereka di Jakarta, serta tim lain yang bertugas mengurus pengambilan toolkit dan registrasi di Magelang,” pungkas Bandang. (sya)














