FaktaYogyakarta.id, KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi menggabungkan tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kapanewon Wates menjadi satu sekolah terpadu. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi dan perbaikan manajemen pendidikan di tingkat dasar.
Tiga sekolah yang digabungkan tersebut adalah SDN Percobaan 4, SDN Terbahsari, dan SDN 2 Wates. Ketiganya kini telah direlokasi ke bangunan baru yang terletak di wilayah Kelurahan Wates, berdekatan dengan kompleks FRC Universitas Gadjah Mada (UGM). Gedung baru ini merupakan hasil proyek pembangunan sejak tahun 2018 yang akhirnya rampung di akhir 2024.
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, menjelaskan bahwa bangunan dua lantai tersebut telah disiapkan untuk menampung hingga 500 siswa. Proses relokasi dan penggabungan telah memasuki tahap akhir, termasuk penyiapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Nur menambahkan bahwa SDN Wates Terpadu akan siap beroperasi secara penuh pada tahun ajaran baru 2025/2026. Ia menegaskan bahwa struktur tenaga pendidik juga sedang disesuaikan agar proses pembelajaran tidak terganggu.
“Ketiga sekolah telah resmi digabung dan dipindahkan ke gedung baru yang dibangun sejak 2018 di kawasan dekat Kompleks FRC UGM, dan akan digunakan mulai tahun ajaran baru ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami pastikan SDN Wates Terpadu akan mulai beroperasi penuh pada tahun ajaran mendatang, dan penyesuaian tenaga pengajar hampir rampung.”
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Aris Nugroho, menegaskan bahwa pembangunan sekolah terpadu memang menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengakui bahwa meski sempat menghadapi kendala refocusing anggaran, proyek ini tetap dijalankan karena dianggap penting.
“Program sekolah terpadu memang sangat dibutuhkan, sehingga tetap menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah,” tutur Aris.
Dengan kehadiran SDN Wates Terpadu, diharapkan sistem manajemen pendidikan dasar di Kulon Progo menjadi lebih efisien dan berdampak positif bagi mutu pendidikan. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari penataan sekolah sesuai dengan kebutuhan dan jumlah peserta didik di daerah.














