FaktaYogyakarta.id, KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo bersama berbagai elemen masyarakat menggelar deklarasi damai di Taman Budaya Kulon Progo (TBK), Senin (1/9/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas wilayah di tengah dinamika sosial nasional yang kian memanas.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memimpin jalannya deklarasi dengan membacakan ikrar bersama yang kemudian ditandatangani oleh seluruh peserta. Acara tersebut sekaligus menjadi bagian penutup dari Kick Off Rangkaian Hari Jadi ke-74 Kulon Progo.
Kegiatan deklarasi damai ini diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, mulai dari wakil bupati, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah, hingga elemen masyarakat lintas komunitas. Hadir pula tokoh masyarakat, perwakilan partai politik, karang taruna, komunitas ojek online, serta insan media yang bersama-sama menyatakan komitmen menjaga ketenteraman daerah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kulon Progo, Budi Hartono, menegaskan bahwa deklarasi damai bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata persatuan di tengah situasi nasional yang penuh tantangan. “Melihat kondisi terkini, Bupati menginginkan agar momen ini dijadikan wujud tekad bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Alhamdulillah, meskipun sederhana, acara ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Meski dikemas dengan nuansa sederhana, deklarasi damai di Kulon Progo sarat dengan makna kebersamaan. Seluruh pihak menegaskan bahwa stabilitas dan ketentraman masyarakat harus tetap dijaga agar aktivitas warga tidak terganggu. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam acara ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan kedamaian di daerah.
Deklarasi damai di Kulon Progo menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan dan keharmonisan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan kebersamaan, potensi gesekan sosial dapat diantisipasi, sehingga wilayah Kulon Progo tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif.














