Ular Sanca Kembang Sepanjang 3 Meter Ditemukan di Kandang Ayam Kulon Progo, Diduga Incar Ternak

Seekor ular sanca kembang sepanjang tiga meter mengejutkan warga Padukuhan Garongan, Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, KULON PROGO – Seekor ular sanca kembang sepanjang tiga meter mengejutkan warga Padukuhan Garongan, Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, saat hendak mengecek kandang ternak ayam milik warga, Senin pagi.

Ular besar dengan berat mencapai 5 kilogram tersebut diduga telah mengincar ternak di kandang sebagai mangsanya. Kejadian bermula saat seorang warga menemukan kejanggalan saat membuka kandang ayam dan mendapati ular sanca kembang sepanjang tiga meter menggulung di dalam kandang. Panik dan khawatir akan keselamatan ternaknya, warga segera melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo.

Menerima laporan tersebut, tim pemadam kebakaran dan penyelamatan dari Damkarmat Kulon Progo segera diterjunkan ke lokasi. Dengan peralatan khusus dan teknik penanganan satwa liar, ular berhasil ditangkap dalam kondisi hidup dan tidak membahayakan warga sekitar.

“Ular ini cukup besar dan aktif. Proses evakuasi memakan waktu beberapa menit karena posisinya berada di sudut kandang dan cukup sempit,” ujar salah satu petugas Damkarmat Kulon Progo.

Setelah berhasil ditangkap, ular diamankan di Markas Damkarmat Kulon Progo untuk observasi sementara. Rencananya, satwa tersebut akan diserahkan kepada komunitas pecinta reptil atau satwa liar untuk nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya, demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keselamatan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang memiliki kandang ternak di area dekat pepohonan lebat atau semak. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa interaksi satwa liar dengan pemukiman warga masih mungkin terjadi, khususnya di daerah yang berbatasan langsung dengan alam bebas.

Petugas juga mengapresiasi warga yang sigap melaporkan dan tidak bertindak membahayakan ular tersebut. Penanganan yang tepat bisa menghindari risiko terhadap manusia maupun satwa yang dilindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *