GUNUNGKIDUL – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono mengingatkan masyarakat untuk waspada tanah longsor dan tanah amblas di kabupaten Gunungkidul.
Hal ini disebabkan karena hujan yang masih terus menerus sehingga berpotensi jadi ancaman bencana.
“Data tahun lalu menunjukkan adanya 160 kejadian tanah longsor dan tiga kejadian tanah amblas. Dengan potensi hujan lebat yang disertai angin kencang, risiko terjadinya bencana serupa semakin meningkat,” ujar Purwono.
Ancaman bencana ini semakin nyata dengan ditemukannya fenomena sinkhole atau lubang akibat tanah amblas di wilayah Kwangen Kidul, Pacarejo, Semanu.
Lubang dengan ukuran cukup besar, yakni berdiameter dan berkedalaman sekitar 4 meter, telah dipasangi garis polisi sebagai tanda bahaya.
Peristiwa ini dilaporkan pertama kali oleh warga pada 7 Januari 2025.
Dugaan sementara, penyebab terjadinya sinkhole adalah genangan air akibat curah hujan yang tinggi.
“Saat pemilik lahan hendak mencari rumput, ia melihat tanah amblas dengan ukuran cukup besar dan tergenang air. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh perangkat desa dan petugas BPBD,” kata Purwono.
Kejadian sinkhole di Semanu ini mengakibatkan kerusakan pada lahan pertanian milik warga.
Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, lokasi kejadian telah ditangani secara mandiri oleh masyarakat dengan memasang rambu-rambu peringatan.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika terjadi tanda-tanda potensi bencana.
Selain itu, langkah-langkah mitigasi bencana perlu dilakukan secara intensif, terutama di daerah-daerah yang rawan longsor. (sya)














