FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Program perumahan subsidi Jogja kembali menjadi sorotan di tahun 2025. Meningkatnya kebutuhan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah mendorong banyak pengembang untuk menyediakan unit rumah subsidi di berbagai kawasan strategis, khususnya di wilayah Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Saat ini, sejumlah proyek rumah subsidi di Jogja ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 130 juta hingga Rp 200 juta. Umumnya, rumah subsidi ini memiliki tipe 30/60, dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi, cukup ideal untuk keluarga muda atau pekerja yang baru memulai karier. Cicilan KPR per bulan juga sangat ringan, rata-rata hanya Rp 1 jutaan, tergantung pada tenor dan skema subsidi pemerintah.
Beberapa kawasan yang paling diminati untuk perumahan subsidi antara lain Moyudan dan Godean di Sleman. Lokasinya yang dekat dengan pusat pendidikan, pasar tradisional, serta akses transportasi yang memadai membuat daerah ini menjadi primadona bagi pencari rumah pertama. Di wilayah Bantul, area seperti Pajangan dan Kasihan juga mulai dilirik karena jaraknya yang masih terjangkau dari pusat kota Yogyakarta.
Proses pengajuan KPR subsidi pun cukup mudah. Calon pembeli cukup memenuhi syarat seperti WNI, belum pernah memiliki rumah, dan berpenghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan. Bank pelaksana biasanya akan membantu proses verifikasi dan pengajuan ke pemerintah.
Pemerintah melalui program Sejuta Rumah terus mendorong pengembangan hunian layak huni dengan harga terjangkau di berbagai daerah, termasuk DIY. Dengan ketersediaan perumahan subsidi Jogja yang terus bertambah, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memiliki rumah pribadi tanpa harus meninggalkan pusat aktivitas.
Bagi yang tertarik, disarankan untuk mengunjungi lokasi langsung dan memverifikasi legalitas perumahan melalui pengembang resmi yang telah bekerja sama dengan Kementerian PUPR.














