FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan pengamatan pada Jumat (13/06/2025) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, teramati tujuh kali guguran lava pijar mengarah ke sektor barat daya, meliputi alur Kali Sat, Kali Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran tercatat sejauh 2.000 meter.
Saat ini, status Gunung Merapi berada pada Level III (Siaga). Wilayah yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Merapi meliputi Kabupaten Sleman (DIY), serta Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah).
Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), potensi bahaya Gunung Merapi berupa guguran lava dan awan panas masih tinggi, khususnya di sektor selatan–barat daya. Ancaman guguran lava dan awan panas diperkirakan dapat menjangkau:
Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km
Sungai Woro (tenggara) sejauh 3 km
Sungai Gendol sejauh 5 km
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di dalam wilayah potensi bahaya. Warga juga perlu mewaspadai potensi lahar hujan dan abu vulkanik Gunung Merapi, terutama saat hujan turun di area sekitar lereng gunung.
BPPTKG menyatakan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma Gunung Merapi masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status gunung akan dievaluasi kembali.
Untuk keamanan bersama, masyarakat dan pihak terkait diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam menghadapi aktivitas vulkanik Merapi yang tidak dapat diprediksi secara pasti.














