FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya gempa megathrust yang dapat terjadi di wilayah pantai selatan Yogyakarta. Berdasarkan kajian yang dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ancaman gempa megathrust yang disertai tsunami patut diwaspadai, khususnya di kawasan pesisir selatan DIY.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan bahwa kajian tersebut menunjukkan potensi gempa dengan kekuatan hingga 8,8 Skala Richter (SR). Gempa tersebut dapat memicu tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 18–22 meter. “Kajian yang telah dilakukan oleh BMKG menunjukkan bahwa kita memiliki risiko gempa sebesar 8,8 SR. Selain itu, di tiga kabupaten, yaitu Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo, terdapat potensi terjadinya tsunami,” ujarnya saat ditemui di Pantai Samas, Bantul, Rabu (11/6/2025).
Lebih lanjut, Noviar menyebutkan bahwa wilayah Bantul dan Kulon Progo merupakan daerah dengan tingkat risiko paling tinggi apabila terjadi tsunami. Hal ini karena kondisi geografis dan tingkat kepadatan penduduk yang relatif tinggi di kawasan pesisir. Sementara itu, wilayah Gunungkidul dianggap sedikit lebih aman karena adanya tebing-tebing tinggi di beberapa lokasi yang bisa menjadi tempat evakuasi alami.
“Jalur bahaya yang paling tinggi adalah Bantul dan Kulon Progo. Untuk Gunungkidul, terdapat beberapa area di tebing-tebing yang lebih aman,” tambah Noviar.
BPBD DIY terus melakukan langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sosialisasi, simulasi evakuasi, dan pemetaan jalur evakuasi menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan risiko bencana.
Peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat DIY, khususnya yang tinggal di pesisir selatan, agar selalu waspada dan memahami langkah evakuasi jika gempa megathrust dan tsunami benar-benar terjadi. Kolaborasi antara pemerintah dan warga sangat diperlukan guna meminimalkan korban jiwa dan kerugian material.














