FaktaYogyakarta.id, KULON PROGO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Jembatan Pandansimo, yang menghubungkan ruas Jalan Congot–Ngremang (Kabupaten Kulon Progo) dengan Pandansimo–Samas (Kabupaten Bantul), Daerah Istimewa Yogyakarta, dapat beroperasi pada September 2025.
Pembangunan Jembatan Pandansimo merupakan bagian dari program prioritas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) DIYsepanjang ±110 kilometer. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah pesisir pantai utara dan selatan Pulau Jawa, sekaligus meningkatkan arus transportasi barang dan wisata.
Pejabat Kementerian PUPR menyatakan bahwa progres pembangunan jembatan saat ini telah mencapai tahap akhir konstruksi. Beberapa pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi penyempurnaan struktur, pemasangan fasilitas keselamatan, serta pengecekan kualitas bangunan agar sesuai standar nasional.
“Target kami Jembatan Pandansimo bisa beroperasi September tahun ini. Keberadaan jembatan ini akan memperpendek waktu tempuh dan memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, dan pariwisata di wilayah selatan DIY,” jelas perwakilan Kementerian PUPR.
JJLS DIY sendiri menjadi salah satu jalur strategis yang menghubungkan berbagai destinasi wisata pantai selatan, seperti Pantai Glagah di Kulon Progo, Pantai Pandansimo di Bantul, hingga Pantai Parangtritis. Dengan adanya jembatan ini, konektivitas antarwilayah diharapkan semakin lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Masyarakat dan pelaku usaha di sekitar jalur JJLS menyambut positif target penyelesaian Jembatan Pandansimo pada September 2025. Mereka berharap akses transportasi yang lebih baik dapat membawa manfaat jangka panjang, termasuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di pesisir selatan Yogyakarta.














