Kecelakaan Tunggal di Jalan Daendels, Truk Masuk Sungai di Pleret Panjatan

Kecelakaan truk di jalan deandles
Sebuah kecelakaan tunggal di Jalan Daendels tepatnya di barat Jembatan Brantan, Pleret Panjatan, membuat geger warga pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 02.00 WIB. (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, KULON PROGO — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kulon Progo. Sebuah kecelakaan tunggal di Jalan Daendels tepatnya di barat Jembatan Brantan, Pleret Panjatan, membuat geger warga pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa nahas ini melibatkan truk Mitsubishi dengan nomor polisi Z-8071-TC yang dikemudikan oleh Sam (57), warga asal Kebumen. Berdasarkan keterangan kepolisian, truk tersebut melaju dari arah timur ke barat. Namun, sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali hingga oleng ke kanan dan akhirnya masuk ke aliran sungai di sisi jalan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di Jalan Daendels ini. Sopir truk berhasil selamat meskipun mengalami syok akibat kejadian tersebut. Sementara itu, kendaraan truk mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan akibat benturan keras.

Petugas kepolisian dari Polsek Panjatan bersama warga sekitar segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Proses penanganan truk yang masuk ke sungai berlangsung hingga beberapa jam karena kondisi kendaraan yang cukup besar dan posisi truk yang sulit dijangkau.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. Namun, dugaan sementara, sopir truk tidak mampu mengendalikan laju kendaraan saat melintas di jalur tersebut. Faktor kelelahan pengemudi atau kondisi kendaraan yang kurang prima juga menjadi perhatian aparat.

Polisi mengimbau para pengendara, khususnya kendaraan besar seperti truk, agar lebih berhati-hati ketika melintas di jalur pantura selatan tersebut. Jalur Jalan Daendels memang dikenal sebagai jalur dengan lalu lintas padat dan rawan kecelakaan, terutama pada malam hingga dini hari.

Dengan kejadian ini, diharapkan seluruh pengemudi selalu memeriksa kondisi fisik maupun kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *