SLEMAN – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat ada 559 hektare area persawahan di Sleman diserang tikus, yang merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Plt. Kepala Dinas P3 Sleman, Suparmono mengatakan pihaknya mengkategorikan tingkat kerusakan serangan tikus dalam empat kategori, ringan, sedang, berat, dan puso.
Dia menjelaskan tingkat serangan ringan menyasar 410 hektare, sedang 81 hektare, berat 42 hektare, dan puso 26 hektare.
Dari total luas area serangan tersebut, seluas 135 hektare area dapat dikendalikan oleh dinas.
Adapun tiga kapanewon dengan luas lokasi serangan paling luas, yaitu Minggir 183 hektare, Moyudan 154 hektare, dan Godean 142 hektare.
Berbeda dengan Kapanewon Minggir di mana serangan tikus dapat dikendalikan untuk area 46 hektare dan Godean 65 hektare, serangan di Moyudan tidak dapat dikendalikan.
Ihwal gerakan pengendalian (gerdal), Dinas mengarahkan petani untuk fokus pada awal musim tanam.
“Pengendalian awal ini akan sangat menentukan ketika tanaman padi memasuki tahap generatif atau masa menjelang berbunga hingga berbuah,” kata Suparmono dalam rilisnya.
Tahap generatif pada tanaman padi terjadi pada rentang waktu 60–90 hari setelah tanam.
Sejauh ini, ada empat hal yang Dinas lakukan guna mengendalikan serangan tikus.
Gropyokan
Gropyokan massal atau berburu tikus oleh semua anggota kelompok tani.
Cara-cara yang digunakan dalam gropyokan ini, yaitu menggali dan membongkar sarang tikus, pemukulan, dan penjeratan.
Pengumpanan
Pengumpanan dilakukan dengan menggunakan racun tikus sekaligus rodentisida atau antikoagulan yang dicampur gabah/ berat kemudian disebar di permukaan jalur lalu lintas tikus.
Pengumpanan dilakukan ketika tanaman padi masuk fase vegetatif.
Fumigasi
Fumigasi dilakukan dengan menyemprotkan gas atau cairan fumigant ke sarang tikus dan menutup lubang keluar-masuk menggunakan lumpur.
Teknik ini efektif membunuh tikus dewasa dan anak-anaknya.
Pemanfaatan Musuh Alami
Menggunakan predator pemangsa seperti burung hantu, burung elang, kucing, anjing, hingga ular tikus. (sya)














