Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyerahkan hunian tetap pascabencana perdana kepada korban banjir dan longsor di Sumatra Barat pada Jumat (10/7).
Penyerahan kunci hunian ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang.
Langkah ini merupakan bagian dari fase rehabilitasi dan rekonstruksi usai hantaman badai Siklon Senyar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
Di Kota Pariaman, Rustian secara langsung memberikan kunci hunian tetap pascabencana tersebut kepada seorang warga Desa Sintuak Naras bernama Emridona.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu sebelumnya telah merusak total rumah tempat tinggal keluarga Emridona.
Penerima bantuan tersebut mengaku sempat terpaksa tidur di area puing-puing rumahnya yang hancur selama beberapa bulan terakhir.
“Syukur Alhamdulillah, sangat bahagia sekali melebihi segala-galanya. Sekarang kalau tidur sudah merasakan kenyamanan, gak merasa khawatir setiap malam,” kata Ermidona setelah menerima kunci huntap.
Rustian mengingatkan seluruh warga penerima manfaat agar segera menempati rumah bantuan yang telah diselesaikan oleh pemerintah tersebut.
“Jangan sampai setelah dibangun Huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman,” kata Rustian.
Di lokasi lain, Rustian juga menyerahkan satu unit hunian di Kampung Tanjung dengan didampingi oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir.
Maigus Nasir mengajukan harapan agar pemerintah pusat dapat segera membangun 22 unit tambahan beserta fasilitas sumur bor bagi warganya.
Penyerahan kunci di wilayah Kabupaten Padang Pariaman juga turut didampingi langsung oleh Bupati John Kenedy Azis beserta jajaran daerah setempat.
Selain hunian milik Emridona, sebanyak tujuh unit bangunan serupa telah berhasil diselesaikan oleh pemerintah di wilayah Kota Pariaman.
Pemerintah terus memastikan warga terdampak yang mengajukan usulan pembangunan secara mandiri dapat segera memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.














