FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terus memperkuat kerja sama strategisnya dengan Pertamina dalam pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui jalur rel. Pengangkutan BBM dengan gerbong tangki khusus ini menjadi salah satu upaya efisiensi distribusi energi yang aman dan ramah lingkungan.
Gerbong tangki pengangkut BBM milik PT KAI didesain dengan standar keamanan tinggi untuk memastikan bahan cair mudah terbakar seperti solar dan premium dapat diangkut dengan aman. Ciri-ciri gerbong pengangkut BBM ini mudah dikenali di lapangan. Bentuknya berupa tangki silinder besar yang terbuat dari baja tebal, dirancang khusus untuk mendistribusikan tekanan cairan secara merata dan mencegah akumulasi tekanan di sudut-sudut gerbong.
Selain itu, gerbong ini dicat dengan warna khas abu-abu atau perak, dilengkapi dengan logo Pertamina dan label peringatan bahaya seperti “mudah terbakar”. Setiap gerbong tangki mampu mengangkut antara 30.000 hingga 40.000 liter BBM, tergantung pada jenis dan desain gerbong yang digunakan.
Proses pemuatan BBM dilakukan di Depo Bahan Bakar Minyak (BBM) Rewulu yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta. Depo Rewulu dikenal sebagai salah satu terminal BBM utama di wilayah selatan Jawa Tengah. Di sini, BBM dimuat ke dalam rangkaian gerbong tangki menggunakan sistem pemuatan khusus dengan katup dan konektor yang dirancang untuk mencegah kebocoran dan memastikan proses loading berlangsung aman.
Setelah proses pemuatan selesai, rangkaian kereta pengangkut BBM dari Depo Rewulu Yogyakarta menuju Cilacapdiberangkatkan. Tujuan akhir pengangkutan ini adalah Depo Pertamina Maos di Cilacap, Jawa Tengah, yang menjadi titik distribusi utama BBM untuk wilayah barat Jawa Tengah dan sekitarnya.
Penggunaan moda kereta api untuk distribusi BBM dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan angkutan darat konvensional. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, metode ini juga meminimalkan risiko kecelakaan di jalan dan mendukung ketahanan energi nasional.
Hingga kini, PT KAI bersama Pertamina terus mengembangkan pola distribusi BBM berbasis kereta api untuk menjangkau wilayah-wilayah strategis di Pulau Jawa, khususnya dari Yogyakarta ke Cilacap yang merupakan jalur vital suplai energi nasional.














