FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Membludaknya wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jogja membuat arus lalu lintas di dalam kota mengalami kepadatan signifikan. Sejumlah ruas jalan utama terpantau padat merayap, terutama di kawasan wisata favorit seperti Malioboro dan Gembira Loka Zoo. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memberikan saran khusus kepada warga lokal yang tetap ingin berlibur tanpa harus terjebak kemacetan.
Hasto menyarankan agar warga Kota Yogyakarta untuk sementara waktu menghindari pusat kota dan memilih destinasi alternatif di wilayah sekitar. Menurutnya, mencari suasana baru di kawasan pinggiran justru bisa menjadi pilihan liburan yang lebih nyaman selama libur Nataru di Jogja.
“Warga Jogja itu kalau ditanya pas kaya gini, mau ke Malioboro jadi malas, ke kebun binatang juga malas karena macet,” ujar Hasto, Selasa (23/12/2025).
Ia menilai bahwa keunggulan Daerah Istimewa Yogyakarta terletak pada potensi wisata yang tersebar merata, tidak hanya terpusat di wilayah kota. Karena itu, Hasto merekomendasikan destinasi wisata alam di Kulon Progo dan Bantul yang relatif lebih lengang dan menawarkan suasana segar.
“Bisa ke Kulon Progo atau Bantul juga bagus. Kalau merasa jenuh, ayo naik ke kebun teh Girimulyo. Ke Kulon Progo juga dekat,” tambahnya.
Saran tersebut dinilai relevan dengan kondisi lapangan saat ini. Kepadatan wisatawan juga tercermin dari data tingkat hunian hotel. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mencatat bahwa okupansi hotel di DIY telah mencapai 61 persen per 22 Desember 2025. Angka ini diperkirakan terus meningkat hingga puncak libur akhir tahun.
Menariknya, Deddy menyebut tren wisatawan tahun ini didominasi oleh pengunjung walk-in atau datang secara mendadak tanpa reservasi jauh hari. Dengan tren tersebut, pihaknya optimistis tingkat okupansi hotel bisa menembus 80 persen selama periode libur Nataru.
Di tengah serbuan wisatawan dan kemacetan di pusat kota, pilihan untuk “melipir” ke wilayah pinggiran seperti Kulon Progo dan Bantul dinilai menjadi solusi paling rasional bagi warga lokal. Selain tetap bisa menikmati liburan, warga Jogja juga dapat terhindar dari stres akibat kemacetan selama libur Nataru di Jogja.














