Faktayogyakarta.id, NASIONAL – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Fauzan menegaskan peran strategis perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan memperkuat kemandirian teknologi nasional saat menghadiri perayaan Dies Natalis ke-38 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Fauzan mengingatkan bahwa pendidikan tinggi terapan wajib menjadi garda terdepan guna menjawab tantangan pembangunan bangsa dalam mencetak talenta yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
“Perguruan tinggi vokasi memiliki posisi yang sangat penting dalam melahirkan sumber daya manusia unggul serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dari kampus-kampus vokasi inilah lahir berbagai solusi yang dapat memperkuat daya saing dan kemandirian bangsa,” ujar Fauzan.
Upaya penguatan pendidikan keahlian terapan ini menjadi sangat mendesak di tengah berbagai tantangan pembangunan sumber daya manusia secara nasional.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 masih tercatat sebesar 4,68 persen sedangkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi baru mencapai 32,89 persen.
Persentase pemuda yang tergolong dalam kelompok tidak bekerja tidak menempuh pendidikan dan tidak mengikuti pelatihan juga masih berada pada tingkatan 19,44 persen.
Kondisi tersebut membuktikan masih terbukanya ruang bagi instansi perguruan tinggi vokasi untuk terus memperluas akses pendidikan sekaligus menghasilkan lulusan siap kerja.
Selain persoalan tenaga kerja Indonesia saat ini juga masih menghadapi tantangan besar berupa ketergantungan terhadap pemakaian teknologi impor dari luar negeri.
Data statistik memperlihatkan nilai impor mesin dan peralatan mekanis nasional menembus angka 10,75 miliar dolar Amerika Serikat pada periode Januari hingga April 2025.
Pemerintah menjadikan penguatan pendidikan tinggi terapan sebagai langkah paling strategis untuk membangun kapasitas produksi teknologi buatan dalam negeri.
Kementerian saat ini gencar mendorong berbagai kampus untuk menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program Diktisaintek Berdampak.
“Kampus adalah pusat lahirnya sumber daya manusia unggul dan riset-riset terbaik bangsa. Karena itu, kami mendorong transformasi pendidikan tinggi agar hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong masyarakat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk peningkatan kebekerjaan generasi muda” tegas Fauzan.
Fauzan menambahkan bahwa pencapaian visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat direalisasikan melalui skema investasi jangka panjang pada sektor pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Setiap kampus wajib memikul tanggung jawab besar dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas disiplin dan memiliki etos kerja tangguh.
Pihak kementerian turut mengapresiasi seluruh kontribusi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dalam pengembangan teknologi serta penguatan ekosistem inovasi nasional.
Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Arif Irwansyah menyatakan komitmen institusinya untuk terus beradaptasi dengan dinamika industri melalui peningkatan mutu pendidikan terapan.
Institusi pendidikan tersebut telah berhasil membuktikan kualitasnya dengan menempati peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara untuk kategori seluruh subjek mata kuliah terapan.
Bidang teknik industri dan manufaktur kampus tersebut juga sukses menembus posisi lima besar politeknik terbaik di tingkat benua Asia.
Rangkaian capaian prestisius tersebut membuktikan bahwa sistem pendidikan terapan di Indonesia mampu menghasilkan riset serta karya inovasi yang sangat kompetitif di tingkat global.
Perayaan hari jadi kampus yang mengusung tema kolaborasi inovasi berdampak untuk kemandirian teknologi bangsa ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Sinergi lintas sektoral ini akan membantu misi perguruan tinggi vokasi dalam mencetak talenta unggul dan mempercepat terwujudnya kemerdekaan teknologi nasional.














