BANTUL – Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 meninggalkan timbunan sampah yang lebih banyak dari hari-hari biasanya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menyebut volume sampah selama libur Nataru mencapai 55 ton.
Sampah tersebut berasal dari berbagai titik keramaian dan objek wisata di Kabupaten Bantul.
DLH mengirim sampah tersebut langsung ke TPST dan TPS3R yang ada di Kabupaten Bantul.
“Pada Selasa (31/12/2024) kami telah mengangkut kurang lebih 42 ton sampah di berbagai titik keramaian. Lalu, pada Rabu (1/1/2025), kami mulai menangani sampah di pusat kota Bantul. Tapi, volumenya tidak banyak, tidak sampai 3 ton,” kata Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, Minggu (5/1/2025).
Setelah itu, pada Kamis (2/1/2025), Bambang mengaku, pihaknya mulai fokus melakukan pembersihan sampah di beberapa objek wisata.
Volume sampah yan dibersihkan di objek wisata diprediksi ada sebanyak 15 ton.
DLH mengoptimalkan 20 petugas kebersihan dan 12 truk pengangkut sampah.
“Sampah tersebut selanjutnya kami angkut ke TPST Modalan, TPST Dingkikan, ITF Niten dan sejumlah TPS3R yang saat ini sudah bisa beroperasi,” jelas Bambang.
Pihaknya mengoptimalkan TPST, ITF dan TPS3R yang ada di Bumi Projotamansari karena DLH sudah tidak mungkin membuang sampah di TPA Piyungan, TPSS Angkruksari dan TPSS Pandansari.
DLH sudah tidak mendapatkan kuota pembuangan sampah di TPA Piyungan. Sedangkan untuk TPSS Angkruksari sudah penuh dan tidak mungkin digunakan lagi.
“TPSS Pandansari sudah tidak beroperasi lagi sejak 31 Desember 2024. Apalagi fungsi TPSS itu kan seperti depo yang menjadi solusi untuk menampung sampah sementara dalam kondisi darurat sampah di Bantul,” jelas Bambang.
Bambang menyatakan selanjutnya sampah tersebut nanti akan diambil kembali untuk diolah dan didaur ulang baik menjadi kompos maupun keripik bahan bakar atau RDF (Refuse Derivide Fuel). RDF ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar bagi perusahaan Industri pembuatan semen. (sya)














