Maxride: Transportasi Bajaj Online Pertama di Jogja

Kendaraan roda tiga berwarna putih dengan atap hitam dan logo Maxride di pintu samping, berdiri di atas latar belakang oranye dan putih bergaya modern.
Armada Maxride siap melayani perjalanan Anda dengan kendaraan roda tiga modern yang nyaman dan efisien. (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Warga Yogyakarta kini memiliki alternatif transportasi baru yang unik dan menarik. Sebuah layanan bajaj online di Jogja bernama Maxride resmi beroperasi dan menjadi sorotan karena mengusung konsep transportasi nostalgia yang dikombinasikan dengan teknologi modern.

Maxride memanfaatkan kendaraan bajaj sebagai moda utama layanan transportasinya, namun dengan sistem pemesanan berbasis aplikasi layaknya ojek dan taksi online. Layanan ini hadir untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna, terutama wisatawan yang ingin merasakan sensasi berkendara dengan bajaj di tengah kota budaya seperti Yogyakarta.

CEO Maxride menyampaikan bahwa kehadiran bajaj online di Jogja bukan hanya sekadar menambah opsi transportasi, tetapi juga menjadi upaya pelestarian moda kendaraan legendaris yang kini mulai tergeser oleh kendaraan modern. “Kami ingin menjadikan bajaj sebagai ikon transportasi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien dan berkarakter,” ujarnya.

Selain sebagai angkutan umum dalam kota, Maxride juga menawarkan paket wisata tematik menggunakan bajaj yang bisa dipesan langsung melalui aplikasi. Beberapa rute favorit yang ditawarkan antara lain Malioboro – Tugu – Alun-Alun Selatan, dan rute keliling kampus-kampus besar di Jogja.

Tarif yang ditawarkan Maxride cukup kompetitif, dengan sistem pembayaran non-tunai dan transparan melalui aplikasi. Seluruh armada bajaj juga telah dimodifikasi agar lebih nyaman dan aman untuk digunakan oleh semua kalangan.

Dengan peluncuran Maxride ini, diharapkan industri transportasi digital di Yogyakarta semakin beragam dan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat lokal maupun wisatawan. Maxride menjadi bukti bahwa inovasi dapat hadir dari sentuhan budaya yang dikemas secara kreatif dan modern.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *