Relokasi Parkir Bus di Yogyakarta, Dishub DIY Atur Ulang Area Parkir dan Fasilitas Pejalan Kaki

Tempat parkir ABA
Proses pembongkaran tempat parkir ABA. Foto: Humasjogja

FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan langkah penataan ulang kawasan parkir kendaraan, khususnya terkait relokasi parkir bus di Yogyakarta. Salah satu langkah utama adalah pengalihan parkir dari TKP ABA ke dua lokasi baru, yaitu TKP Ngabean dan TKP Senopati.

Tak hanya itu, area eks Menara Kopi Kotabaru kini difungsikan sebagai tempat parkir bagi kendaraan roda dua dan roda empat. Koordinasi intensif terus dilakukan antara Dishub DIY dan Pemkot Yogyakarta untuk memastikan operasional di lokasi parkir baru berjalan lancar dan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji akses khusus bagi pejalan kaki dari eks Menara Kopi menuju kawasan Malioboro. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota.

“Kami ingin memberikan edukasi bahwa berjalan kaki di Malioboro itu aman dan nyaman, sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan transportasi ramah lingkungan,” ujar Erni.

Penataan ulang ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengembangan kota berbasis lingkungan serta mendukung keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai elemen penting di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara fungsi kota, budaya, dan kenyamanan masyarakat.

Erni juga mengapresiasi kerja sama para juru parkir (jukir) dan pedagang yang sebelumnya berada di TKP ABA. Mereka telah bersedia mengikuti proses penataan ulang yang dilakukan pemerintah.

“Saya berterima kasih kepada para jukir dan pedagang di TKP ABA yang bersedia ditata ulang. Pindah tempat mungkin terasa tidak nyaman, tapi ini untuk kebaikan bersama. Semoga di lokasi baru bisa lebih eksis dan membawa berkah,” dikutip dari jogjaprov.id

Dengan penataan yang berkelanjutan ini, diharapkan kawasan Malioboro dan sekitarnya dapat menjadi ruang kota yang semakin tertib, aman, dan nyaman bagi warga serta wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *