FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada dalam zona rawan bencana alam yang cukup serius. Berdasarkan hasil kajian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, wilayah ini berpotensi mengalami gempa megathrust berkekuatan M 8,8. Jika skenario terburuk terjadi, gempa tersebut bisa memicu tsunami di Yogyakarta setinggi hingga 22 meter.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menyampaikan bahwa potensi gempa megathrust tersebut berasal dari aktivitas subduksi di selatan Pulau Jawa. Potensi ini telah lama diketahui dan terus dimutakhirkan melalui kajian ilmiah serta simulasi pemodelan bencana yang melibatkan berbagai lembaga.
“Analisis ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Tsunami di Yogyakarta bisa saja terjadi apabila gempa megathrust benar-benar terjadi di lepas pantai selatan,” ujar Noviar, Kamis (12/6/2025).
Menurut Noviar, selain memperkuat infrastruktur peringatan dini, BPBD DIY juga terus menggiatkan sosialisasi dan simulasi evakuasi kepada masyarakat pesisir. Wilayah seperti Bantul dan Kulon Progo menjadi prioritas karena berada di zona paling berisiko.
Peningkatan kapasitas masyarakat, pelatihan relawan, hingga penyusunan jalur evakuasi menjadi fokus utama BPBD DIY dalam menghadapi skenario terburuk. “Kami tidak ingin membuat panik, tapi justru memperkuat kesadaran bahwa DIY harus siap menghadapi segala kemungkinan,” tambahnya.
Potensi gempa megathrust di Yogyakarta memang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, namun upaya mitigasi dan kewaspadaan harus selalu ditingkatkan untuk meminimalisir dampaknya. Ancaman tsunami di Yogyakarta menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk terus bersinergi dalam kesiapsiagaan bencana.














