Sleman  

Pemkab Sleman Hentikan Sementara Layanan Wi-Fi Gratis, 633 Titik Ditemukan di Rumah Pribadi

WiFi gratis
Pemerintah Kabupaten Sleman menghentikan sementara layanan Wi-Fi gratis di seluruh padukuhan setelah ditemukan ratusan titik jaringan dipasang di lokasi yang tidak semestinya. (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman menghentikan sementara layanan Wi-Fi gratis di seluruh padukuhan setelah ditemukan ratusan titik jaringan dipasang di lokasi yang tidak semestinya. Temuan ini terungkap dalam proses evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program internet gratis yang menyasar wilayah padukuhan.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan bahwa penghentian layanan ini bukan berarti program dihentikan total, melainkan sebagai langkah untuk perbaikan tata kelola dan efektivitas jangkauan layanan.

“Program ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kami tidak menghapusnya, hanya dihentikan sementara untuk evaluasi dan penyesuaian,” ujar Harda kepada awak media, Senin (23/6/2025).

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman, Budi Santosa, menjelaskan bahwa dari total 1.212 titik Wi-Fi yang tersebar di seluruh Sleman, sebanyak 633 titik Wi-Fi gratis ditemukan terpasang di rumah pribadi, bukan di fasilitas umum sebagaimana mestinya. Padahal, aturan program menyebutkan bahwa titik layanan seharusnya berada di lokasi publik seperti balai padukuhan, masjid, atau pos ronda.

“Temuan ini merupakan hasil verifikasi lapangan oleh tim kami yang berjumlah 40 orang, bekerja selama sebulan penuh,” terang Budi.

Ia menambahkan bahwa layanan Wi-Fi gratis akan diaktifkan kembali secara bertahap mulai Juli hingga akhir tahun 2025. Saat ini, sudah ada 76 kalurahan yang mengajukan usulan relokasi titik Wi-Fi ke lokasi yang sesuai aturan.

Program Wi-Fi gratis di Sleman ini menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp5 miliar per tahun. Untuk meringankan beban anggaran, Pemkab Sleman berencana menjalin kerja sama dengan pihak ketiga mulai tahun 2026. Pendanaan nantinya akan ditanggung oleh penyedia layanan internet melalui skema kerja sama operasional.

“Kami sedang menjajaki MoU dengan beberapa provider. Modelnya, kami bantu promosi dan penyediaan lokasi, sementara alat tetap milik provider,” jelas Budi.

Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi sekaligus memastikan program layanan Wi-Fi gratis di Sleman tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *