Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-ubur Berbahaya di Pantai Selatan Yogyakarta Saat Liburan Sekolah

Ubur ubur di Pantai Selatan Yogyakarta
Selama sepekan terakhir, sedikitnya 46 wisatawan tersengat ubur-ubur berbahaya di sepanjang Pantai Selatan (Pansela) Yogyakarta, mulai dari wilayah Gunungkidul hingga Parangtritis (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Liburan sekolah yang seharusnya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi pengalaman pahit bagi puluhan wisatawan. Selama sepekan terakhir, sedikitnya 46 wisatawan tersengat ubur-ubur berbahaya di sepanjang Pantai Selatan (Pansela) Yogyakarta, mulai dari wilayah Gunungkidul hingga Parangtritis.

Mayoritas korban adalah anak-anak yang tidak menyadari bahaya ubur-ubur. Mereka mengira ubur-ubur sebagai mainan laut karena tampilannya menyerupai gel warna-warni seperti di kartun SpongeBob. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPBD DIY, Noviar Rahmad, pada Selasa (1/7/2025).

“Mayoritas korban adalah anak-anak. Mereka tertarik karena ubur-ubur tampak lucu—warnanya merah, biru, bahkan pelangi,” ujar Noviar. Ia menambahkan, korban mengalami luka seperti terbakar di bagian kaki hingga dada akibat sengatan bluebottle jellyfish, jenis ubur-ubur api yang memiliki racun cukup menyakitkan.

Beruntung, semua korban langsung mendapat pertolongan dari tim medis di pos kesehatan terdekat. “Sengatan dikikis lalu diolesi alkohol atau larutan khusus untuk mengurangi dampak racun,” tambahnya.

Di kawasan Gunungkidul, Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, menyebut bahwa 24 korban tersengat hanya dalam satu hari, Minggu (29/6). Lokasi kejadian tersebar di Pantai Kukup, Ngrawe, Sepanjang, Drini, dan Krakal, dengan jumlah terbanyak di Pantai Sepanjang.

“Anak-anak tertarik karena ubur-ubur tampak seperti gelembung biru mengapung di tepi pantai. Padahal sengatannya bisa menimbulkan iritasi parah dan nyeri luar biasa,” jelasnya.

BPBD DIY bersama tim SAR terus melakukan patroli pantai setiap pagi, tetapi kesadaran wisatawan masih sangat dibutuhkan. Wisatawan juga diminta untuk tidak berenang di zona palung laut karena sangat berisiko meskipun sudah terdapat rambu larangan.

“Jangan sentuh ubur-ubur meski terlihat lucu. Tetap waspada dan patuhi rambu. Jangan sampai liburan sekolah berakhir dengan bencana,” tegas Noviar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *