FaktaYogyakarta.id, SLEMAN – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman siap menerima PSIM Jogja untuk bermarkas di Stadion Maguwoharjo. Namun, ia menekankan bahwa aspek mitigasi keamanan harus menjadi prioritas utama sebelum keputusan final diambil.
“Kami siap, sesuai titah Ngarso Dalem. Sleman tidak ada masalah. Tapi, mitigasi keamanan harus betul-betul diperhatikan,” ujar Harda Kiswaya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (29/7/2025).
Pernyataan Bupati Sleman ini muncul sebagai respons atas rencana PSIM Jogja untuk menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai markas sementara mereka. Stadion tersebut selama ini dikenal sebagai kandang dari PSS Sleman, sehingga wacana ini menjadi perhatian publik, terutama terkait potensi rivalitas antarsuporter.
Mitigasi Keamanan Jadi Syarat Utama PSIM Jogja Bermarkas di Sleman
Harda mengungkapkan bahwa hingga saat ini, manajemen PSIM Jogja belum memberikan laporan resmi secara tertulis kepada Pemkab Sleman terkait rencana penggunaan Stadion Maguwoharjo. Ia pun berharap manajemen klub segera mengambil langkah konkret.
“Sudah sebulan sejak permohonan itu, baru tiga hari lalu datang ke Sleman. Tapi belum ada laporan tertulis. Kalau mau ke Sleman, segera diselesaikan. Kami siap layani cepat, tanpa birokrasi yang ribet,” tegasnya.
Bupati Sleman juga mengingatkan potensi gesekan antarsuporter yang menjadi perhatian utama. Rivalitas masa lalu antara pendukung PSS dan PSIM disebut telah menelan korban jiwa, sehingga mitigasi keamanan wajib dilakukan secara matang.
“Sudah ada empat nyawa yang hilang. Ini harus jadi perhatian semua pihak. Kalau tidak dimitigasi, bisa memicu kekacauan,” ujarnya.
Pemkab Sleman Koordinasi dengan Kepolisian untuk Pengamanan
Harda memastikan bahwa koordinasi dengan jajaran kepolisian, mulai dari Kapolda DIY hingga Kapolres Sleman, telah dilakukan. Aparat keamanan telah menyusun langkah-langkah pengamanan yang harus dipenuhi oleh manajemen PSIM Jogja sebelum mereka benar-benar bermarkas di Sleman.
“Semua berpulang ke manajemen PSIM. Kami tidak bisa memaksa. Kalau mereka segera, ya kami layani,” ujar Harda.
Selain PSIM Jogja, wacana klub lain seperti PSBS Biak yang juga berniat menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai markas, disebut masih dalam proses diskusi. Harda menegaskan bahwa semua pihak harus duduk bersama untuk membahas penggunaan stadion agar tidak terjadi tumpang tindih dan potensi gesekan di lapangan.
“Kalau PSIM masuk Sleman, dua klub ini harus dirembuk bersama. Stadion Maguwoharjo bisa saja digunakan untuk latihan maupun pertandingan, asal ada jaminan keamanan,” tandasnya.














