Sri Sultan Ajak Kabupaten dan Kota di DIY Bersinergi Wujudkan PSEL, Ubah Sampah Jadi Energi

Sri sultan mengajak kota dan kabupaten tidak berjalan sendiri
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh kabupaten dan kota di Yogyakarta untuk bersinergi dalam mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PSEL DIY (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh kabupaten dan kota di Yogyakarta untuk bersinergi dalam mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PSEL DIY. Menurut Sri Sultan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh masing-masing daerah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh wilayah di DIY.

“Saya tidak mau kabupaten dan kota berjalan sendiri-sendiri. Sampah ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Sri Sultan Hamengku Buwono X saat melakukan kunjungan ke beberapa lokasi pengolahan sampah, Jumat (17/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Sri Sultan meninjau TPS3R Nitikan 2 di Kota Yogyakarta, ITF Bawuran di Bantul, dan TPST Tamanmartani di Sleman. Kunjungan ini juga dihadiri para kepala daerah se-DIY, antara lain Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Bupati Gunungkidul Endah Subekti, dan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan.

Sri Sultan menjelaskan, proyek PSEL DIY bukan hanya langkah dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan energi baru terbarukan dari sampah. “Kalau DIY bersih, pariwisata akan berkembang dan ekonomi daerah ikut menggeliat,” ujarnya.

Rencana pembangunan PSEL DIY akan dipusatkan di lahan eks KPBU Piyungan, Kabupaten Sleman, dengan target beroperasi pada tahun 2027. Proyek ini diharapkan menjadi solusi menyeluruh dalam penanganan sampah sekaligus mendukung kemandirian energi di wilayah Yogyakarta.

Langkah ini sejalan dengan visi Pemda DIY untuk menciptakan provinsi yang bersih, berkelanjutan, dan mandiri energi. Kolaborasi lintas kabupaten dan kota menjadi kunci dalam mewujudkan DIY bebas sampah pada masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *