FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Ratusan pengemudi ojek online (ojol Yogyakarta) akan menggelar aksi nyata melawan begal dan klitih yang semakin meresahkan masyarakat. Aksi ini akan berlangsung pada Selasa, 17 Juni 2025, pukul 09.00 WIB di Lapangan Raden Ronggo, Kalasan, Sleman.
Dengan mengusung semangat Solidaritas Kita Sedang Diuji!, aksi ini bertujuan untuk menuntut hukuman paling berat bagi pelaku pembunuhan terhadap salah satu ojol yang menjadi korban kekerasan jalanan, yang diduga dilakukan oleh pelaku klitih.
Para peserta aksi akan menyuarakan keresahan dan tuntutan mereka secara damai namun tegas. Selain sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan sejawat, aksi ini juga ditujukan untuk memberikan tekanan kepada aparat penegak hukum agar bertindak cepat dan tegas dalam menangani maraknya aksi begal yang menyasar pengguna jalan, termasuk pengemudi ojol.
Menurut panitia aksi, kehadiran masyarakat dan sesama pengemudi sangat penting sebagai wujud dukungan terhadap keamanan dan kenyamanan di jalan raya. Dalam poster seruan aksi tertulis: “Aksi tuntutan ini bertujuan memukul mundur penjahat jalanan! Kehadiranmu mendukung keamanan dan kenyamanan di jalan! Datang – Dukung – Menang.”
Fenomena begal dan klitih di Yogyakarta bukan hal baru, namun dalam beberapa bulan terakhir, intensitasnya meningkat. Banyak pengemudi ojol merasa tidak aman, terutama saat menjalankan orderan di malam hari. Dalam banyak kasus, para pelaku bahkan menggunakan senjata tajam dan beraksi secara brutal.
Para ojol berharap aksi ini menjadi momentum untuk menyatukan suara masyarakat dan mendesak pemerintah serta kepolisian agar mengusut tuntas kasus kekerasan jalanan dan memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku, demi terciptanya rasa aman bagi seluruh warga Yogyakarta.














