YOGYAKARTA – Teras Malioboro (TM) 2, yang terletak di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta telah rampung dibangun dengan konsep apik, Pecinan dan Indisce.
Tidak hanya bangunan saja, namun, fasilitas lengkap guna mendukung operasional pedagang pun, sudah siap digunakan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengungkapkan bahwa fasilitas pendukung seperti toilet, musala, listrik, dan area publik sudah sepenuhnya berfungsi dan dapat digunakan oleh para pedagang dan pengunjung.
Bahkan, ruang multifungsi seperti amphitheater telah disiapkan untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan budaya.
“Fasilitas ini sudah dirancang seoptimal mungkin. Jika nanti ada kekurangan, kami siap menerima masukan konstruktif dari pedagang,” ujar Siwi seperti dikutip dari laman Pemda DIY.
Teras Malioboro 2 yang berlokasi di Ketandan mengusung desain dengan tema Pecinan, disesuaikan dengan sejarah Ketandan sebagai kawasan Pecinan di Kota Yogyakarta.
Mengingat lokasinya yang strategis di sepanjang sumbu filosofi Yogyakarta, desain ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di area tersebut.
Tidak hanya TM 2 Ketandan yang sudah siap, TM 2 Beskalan pun sudah rampung, dan siap digunakan.
Berbeda dengan TM 2 Ketandan yang mengusung tema Pecinan, TM 2 Beskalan mengusung tema Indische, sama seperti Teras Malioboro 1, memberikan keberagaman nuansa di kawasan ini.
Siwi menyebut, proses adaptasi para pedagang di lokasi baru juga menjadi fokus utama pemerintah.
Diharapkan para pedagang dapat segera menata barang dagangan mereka dan memulai aktivitas.
Kebersihan kawasan ini akan menjadi tanggung jawab bersama antara pengelola dan para pedagang.
“Seperti rumah baru, semakin ditempati semakin terasa nyaman. Penyesuaian seperti display dan tata ruang akan diserahkan kepada pedagang,” kata Siwi.
Proses perpindahan pedagang ke Teras Malioboro 2 dimulai pada awal tahun 2025, dengan target penyelesaian pada pertengahan Januari mendatang. (sya)














