FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta merilis prakiraan cuaca DIY hari ini, Kamis, 22 Mei 2025. Dalam rilis resminya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dan petir di kawasan Pegunungan Menoreh dan sekitarnya.
Wilayah Pegunungan Menoreh yang berada di perbatasan Kabupaten Kulon Progo, DIY dengan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi pada siang hingga sore hari, disertai petir dan angin kencang.
Menurut BMKG, fenomena cuaca ini merupakan dampak dari meningkatnya aktivitas konvektif lokal serta pengaruh suhu permukaan laut yang relatif hangat di sekitar perairan selatan Jawa. Masyarakat yang tinggal di daerah lereng atau tebing diimbau agar lebih waspada terhadap potensi bencana seperti tanah longsor dan pohon tumbang.
Selain kawasan Menoreh, beberapa wilayah lain di DIY seperti Sleman bagian barat dan Bantul bagian selatan juga diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, suhu udara diperkirakan berkisar antara 24–32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 70–95 persen.
Pihak BMKG juga mengingatkan para pengguna jalan dan pelaku perjalanan wisata di sekitar area pegunungan agar mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang kurang bersahabat. Terutama bagi pengunjung objek wisata alam, kehati-hatian perlu ditingkatkan mengingat potensi hujan dan petir di Menoreh cukup tinggi.
Masyarakat dapat terus memantau pembaruan informasi melalui situs resmi BMKG atau akun media sosial resminya untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih akurat dan terkini.














