YOGYAKARTA – Jumlah penduduk miskin di DIY per September 2024 sebanyak 430,47 ribu orang.
Angka tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, mengatakan jumlah ini menjadi angka kemiskinan terendah di DIY selama enam tahun terakhir, bahkan dibandingkan pada saat sebelum Pandemi Covid-19.
“Persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 10,40 persen,” kata Herum, Rabu (15/1).
Angka tersebut, lanjut Herum, adalah angka terendah dalam enam tahun terakhir bahkan dibandingkan dengan sebelum Pandemi yaitu September 2019 dengan posisi kemiskinan (pada saat itu) sebesar 11,49 persen.
Herum mengatakan selama satu tahun pada 2024, berbagai program bansos telah dikucurkan kepada warga seperti Bantuan Pangan beras, BPNT, PKH, PIP, hingga Jaminan Sosial Lanjut Usia yang menggunakan APBD DIY.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga tumbuh positif sebesar 5,05 persen pada triwulan ketiga.
Diketahui, penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
Catatan BPS DIY menunjukkan bahwa Garis Kemiskinan September 2024 sebesar Rp 613.370, apabila ditinjau secara rumah tangga, maka Garis Kemiskinan Rumah Tangga sebesar Rp 2.649.758 per rumah tangga per bulan.
Berdasarkan catatan BPS DIY, selama enam tahun terakhir, persentase kemiskinan pada September 2020 dan Maret 2021 merupakan data tertinggi kemiskinan di DIY, namun setelahnya berangsur menurun. (sya)














